Kepala Kanwil Ditjenim Jambi Petrus Teguh Aprianto memetik melon.(MI/Solmi)
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jambi sukses memanen sekitar enam ton melon dari lahan seluas 3.000 meter persegi di Kabupaten Muarojambi, Kamis (13/8). Panen tersebut menjadi bagian dari support terhadap Program Ketahanan Pangan.
Kepala Kanwil Ditjenim Jambi Petrus Teguh Aprianto mengatakan, keberhasilan panen tidak lepas dari kerja keras jejeran Kantor Imigrasi Kuala Tungkal nan mengawal budidaya melon sejak April lalu. Tanaman tetap dapat tumbuh dan berproduksi meski menghadapi kondisi kemarau.
“Puji syukur kepada Tuhan nan Maha Kuasa, berkah kerja keras dan ketelatenan teman-teman Kantor Imigrasi Kuala Tungkal nan dipercaya mengawal budidaya tanaman melon semenjak April lalu, meski ada kemarau, sukses menggembirakan,” kata Petrus seusai memetik melon perdana.
Menurut Petrus, keberhasilan tersebut juga didukung Pemerintah Kabupaten Muarojambi dan lembaga teknis terkait. Pemkab Muarojambi memberikan pinjaman lahan serta support perangkat berat pada tahap awal pengolahan lahan.
“Kami di Jambi berupaya untuk juga menjadi pelaku sejarah dalam mendukung sukses Program Ketahanan Pangan nan digagas Bapak Presiden dan digelorakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Hasil panen bakal dikelola melalui koperasi dan golongan tani mitra Kanwil Ditjenim Jambi. Sebagian melon bakal dikirim ke Kantor Imigrasi Jambi, Bungo, Kerinci, dan Tungkal untuk disajikan kepada masyarakat nan datang mengurus paspor. Sebagian lainnya bakal dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Petrus mengatakan keberhasilan panen juga didukung penerapan sistem pengairan tetes nan dikuasai salah seorang personel Kantor Imigrasi Kuala Tungkal. Sistem tersebut dinilai membantu menjaga kebutuhan air tanaman selama musim kemarau.
Setelah panen, jejeran Kanwil Ditjenim Jambi langsung melanjutkan program dengan menanam melon jenis gold di lahan nan telah disiapkan di sebelah letak panen.
Petrus menargetkan area budidaya dapat diperluas hingga tiga hektare. Jika ekspansi tersebut sukses dan produksi tetap optimal, ketua di tingkat pusat berencana menghadiri panen raya berikutnya.
“Pusat (Kemenimipas) memberi tantangan ke kita. Jika sukses memperluas area tanam menembus tiga hektare dan hasilnya juga sukses, ketua kami di pusat berjanji bakal datang langsung untuk melakukan panen raya selanjutnya,” kata Petrus.(E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·