Rencana pemindahan ikon Kota Batam(ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/bar)
REALISASI investasi di Batam mencapai Rp29,89 triliun sepanjang semester I 2026, terdiri atas PMA Rp17,80 triliun dan PMDN Rp12,09 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan PMA 53,68%, PMDN 78,25%, dan total investasi 62,75%. Pada triwulan II 2026 saja, investasi mencapai Rp12,41 triliun, dengan PMA Rp8,91 triliun dan PMDN Rp3,50 triliun.
Sektor jasa lainnya menjadi penyumbang investasi terbesar pada triwulan II 2026 dengan nilai Rp3 triliun alias 24,18%, disusul industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam sebesar Rp2,74 triliun (22,04%). Dari sisi asal negara, Singapura menjadi penanammodal terbesar dengan nilai Rp6,07 triliun alias 48,93%, diikuti Korea Selatan Rp1,17 triliun dan Tiongkok Rp0,72 triliun. Penguatan investasi ini sekaligus menunjukkan posisi Batam sebagai salah satu tujuan utama investasi, khususnya untuk sektor industri manufaktur dan elektronik.










English (US) ·
Indonesian (ID) ·