ARTICLE AD BOX
loading...
JAKARTA - Di tengah kondisi masyarakat Asia Tenggara nan semakin beragam dan saling terhubung, beragam perseorangan dan organisasi terus memperlihatkan bahwa harmoni bukan sekadar cita-cita melainkan sesuatu nan dibangun melalui kepemimpinan, dialog, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari semangat tersebut, Harmony in Diversity Award diadakan untuk memberikan penghargaan kepada individu-individu nan mendedikasikan hidupnya dalam memperkuat kohesi sosial dan harmoni sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat di seluruh Asia Tenggara.
Kardinal Orlando Beltran Quevedo O.M.I. Uskup Agung Emeritus Cotabato ditetapkan sebagai penerima perdana Harmony in Diversity Award. Penghargaan nan dipersembahkan oleh Temasek Foundation bekerja sama dengan 5P Global Movement sebagai sekretariat penyelenggara ini diberikan kepada individu-individu di Asia Tenggara nan menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memperkuat harmoni di tengah keberagaman budaya.
Sebagai Kardinal pertama nan berasal dari Mindanao, Kardinal Quevedo dikenal sebagai sosok pemersatu nan secara konsisten mengedepankan perbincangan kehidupan (dialogue of life)—sarana komunikasi sehari-hari antarwarga dari beragam komunitas—sebagai fondasi untuk memperdalam saling pengertian dan membangun perdamaian.
Sepanjang pelayanannya, Kardinal Quevedo memperjuangkan keadilan, rekonsiliasi, dan kemajuan berbareng sebagai fondasi bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 1996, dia turut mendirikan Bishops-Ulama Conference, sebuah forum nan mempertemukan uskup Katolik, pendeta Protestan, dan ustadz Muslim untuk membangun platform kerja sama lintas kepercayaan nan berkelanjutan.
Di ruang publik, dia juga aktif mendorong beragam kebijakan nan mendukung perdamaian, termasuk Bangsamoro Basic Law (BBL) guna memastikan pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak dasar serta kebebasan berakidah seluruh golongan masyarakat.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·