Karhutla Bromo Padam, Rehabilitasi Infrastruktur Dasar Dilakukan

34 menit yang lalu 2
Karhutla Bromo Padam, Rehabilitasi Infrastruktur Dasar Dilakukan pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Bromo, Jawa Timur(Dok.BPBD Jatim)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Bromo nan berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan sudah padam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) siap melakukan rehabilitasi prasarana dasar.

“Hari ini (12/8) kami menerima laporan sudah padam, namun petugas campuran tetap tetap siaga penuh,” kata Kepala BPBD Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya, Rabu (12/8).

Dari laporan di lapangan, titik api di area P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Bromo, sudah tidak terlihat, termasuk di titik titik lain praktis sudah padam.

Ia mengatakan medan terjal menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pemadaman. Lokasi titik api berada di area tebing sehingga susah dijangkau petugas melalui jalur darat. Adhy mengatakan BPBD Jatim siap melakukan rehabilitasi prasarana dasar, khususnya penggantian jaringan pipa air nan rusak terbakar.

“Jika tidak segera diganti, masyarakat bisa mengalami krisis air bersih. Selain itu, kita kudu memikirkan pemulihan ekonomi lokal seperti penyedia jasa Jeep, perhotelan,  homestay, hingga UMKM kuliner nan terdampak. Kerja sama optimal tim darat dan pemadaman udara kudu membawa hasil signifikan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Adhy optimistis penanganan karhutla di Bromo kali ini bakal melangkah lebih sigap dan efektif daripada kejadian serupa pada 2023.

"Perbedaannya dengan tahun 2023, helikopter saat ini standby dan melakukan refueling di Pasuruan sehingga operasionalnya jauh lebih efektif. Pemprov Jatim juga menambah armada helikopter. Dua helikopter mini ditugaskan 
standby dengan titik refueling di Ranu Pane. Dengan begitu, pengisian air dapat bersambung tanpa jarak lama, selain jika terkendala kabut tebal," ujar Adhy.

Hingga 11 Agustus 2026, total luas area nan terbakar di Bromo diperkirakan mencapai 899,38 hektare. Vegetasi nan terdampak didominasi oleh pinus gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

Tim gabungan, kata dia, terus menggencarkan penanganan darat di area Pusung Duwur dan Dingklik menggunakan teknik gepyok serta armada mobil tangki. Upaya pembasahan (wetting) juga dioptimalkan di titik-titik nan terjangkau oleh petugas.

Guna mempercepat penanganan udara, Adhy mengatakan tiga unit helikopter dikerahkan untuk operasi water bombing di area Pusung Duwur, Bromo. Armada tersebut terdiri dari dua helikopter BNPB (PK-DAN dan PK-DBM) serta satu helikopter milik Pemprov Jatim (PK-DAP). Hingga saat ini, total 15 rit pemboman air dengan kapabilitas 36.000 liter telah dijatuhkan untuk meredam kobaran api.

Adhy menggarisbawahi pentingnya mengantisipasi akibat lanjutan terhadap masyarakat, terutama jika penanganan darurat meleset dari target. “Yang kamin fikirkan sekarang adalah masyarakat setelah ini, termasuk wisata,” katanya. (H-4)

Selengkapnya