Ilustrasi(Dok Istimewa)
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) melanda area Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kobaran api membakar sekitar 20 hektare lahan hingga mendekati area Harris Resort. Hingga Minggu (23/8) pagi, jejak kobaran api tetap terlihat di letak kejadian.
Pantauan Media Indonesia menunjukkan kebakaran terjadi tidak jauh dari akses Jembatan I Barelang. Api mulai membakar vegetasi kering sekitar pukul 13.00 WIB dan baru sukses dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WIB pada Sabtu malam.
Lamanya proses pemadaman dipengaruhi oleh luasnya area nan terbakar serta kondisi vegetasi nan sangat kering. Tim campuran kudu bekerja ekstra keras selama lebih dari sembilan jam untuk memastikan api tidak kembali meluas ke area pemukiman dan akomodasi publik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batam, Muhammad Farhan, mengatakan kebakaran di Tembesi menambah daftar panjang kejadian karhutla nan ditangani sepanjang Agustus 2026.
“Sepanjang Agustus 2026, BPBD Kota Batam mencatat sedikitnya sudah ada tiga kejadian kebakaran rimba dan lahan nan ditangani petugas,” kata Farhan saat dikonfirmasi, Minggu (23/8).
Selain di Tembesi, titik panas dan kejadian karhutla juga sempat ditemukan di area Kelurahan Belian. Luasnya area nan terbakar di Tembesi membikin penanganan kudu melibatkan personel dan armada lintas instansi.
Tim campuran tersebut terdiri atas Pemadam Kebakaran Pemko Batam, PBK BP Batam, TNI AD, Kepolisian, Manggala Agni, Redkar, serta petugas keamanan area setempat.
Sebanyak delapan armada dikerahkan ke lokasi, nan terdiri atas:
- 1 unit PBK Pos Tembesi
- 1 unit PBK Duriangkang
- 1 unit PBK TNI AD
- 2 unit water tank TNI AD
- 3 unit water cannon milik Kepolisian
Selain armada, puluhan personel turut diterjunkan, termasuk 20 personel TNI AD, 15 personel Kepolisian, serta support dari pihak keamanan Harris Resort sebanyak 15 personel dan Security ABH sebanyak 30 personel.
“Penanganan memobilisasi puluhan personel gabungan. Setelah berjibaku selama lebih dari sembilan jam, api akhirnya sukses dikendalikan,” tambah Farhan. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersisa nan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api tetap dalam penyelidikan pihak kepolisian. BPBD Kota Batam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi lahan nan kering dan meminta penduduk tidak melakukan pembukaan lahan dengan langkah membakar.
“Jangan sampai kelalaian mini menjadi pemicu kebakaran besar. Satu titik api dari puntung rokok nan dibuang sembarangan dalam kondisi menyala dapat dengan sigap merembet di lahan kering dan berakibat fatal,” tegas Farhan.
BPBD Batam memastikan pemantauan terhadap wilayah nan rawan karhutla bakal terus dilakukan secara intensif, terutama selama kondisi cuaca kering tetap berjalan di wilayah Kepulauan Riau.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·