Karhutla Kalsel Meluas ke Tahura Sultan Adam, Wisata Mandiangin Ditutup

58 menit yang lalu 2
Karhutla Kalsel Meluas ke Tahura Sultan Adam, Wisata Mandiangin Ditutup Kebakaran lahan gambut di Kalsel.(Dok BPBD Kalsel)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan kian meluas hingga merambah area konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar. Guna mengantisipasi akibat bagi pengunjung, pihak UPT Tahura Sultan Adam resmi menutup area wisata Mandiangin sejak awal Agustus 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, menjelaskan bahwa kondisi udara nan sangat kering selama musim tandus memicu peningkatan kerawanan kebakaran. Beberapa titik api dilaporkan mulai muncul di dalam wilayah Tahura Sultan Adam.

"Karhutla terus berjalan lantaran kondisi udara nan kering saat tandus membikin tingkat kerawanan kebakaran meningkat. Saat ini beberapa kejadian kebakaran terjadi di wilayah Tahura Sultan Adam," ujar Ronny di sela-sela upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Banjarbaru, Senin (16/8).

Meski api sudah memasuki area Tahura, Ronny menyebut dampaknya sejauh ini tetap dalam kategori terkendali. Luas lahan nan terbakar di area tersebut diperkirakan kurang dari 100 hektare. Namun, kesiagaan personel tetap ditingkatkan untuk mencegah api meluas ke area inti rimba raya.

Penutupan Wisata Mandiangin

Sebagai langkah pengamanan dan untuk mengefektifkan proses pemadaman di lapangan, UPT Tahura Sultan Adam memutuskan menutup total akses wisata Mandiangin bagi masyarakat umum. Penutupan ini diberlakukan sejak 6 Agustus 2026 hingga pemisah waktu nan belum ditentukan.

Tahura Sultan Adam sendiri merupakan lokasi wisata alam unggulan nan dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Selain di area wisata, BPBD mencatat karhutla juga melanda lahan gambut di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor nan masuk dalam area ring satu pengamanan.

Hingga saat ini, total luas rimba dan lahan nan terbakar di Kalimantan Selatan dilaporkan nyaris mencapai 3.500 hektare. Wilayah nan mengalami akibat terparah meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

Dampak Kabut Asap di Bandara

Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah, terutama di sekitar Bandara Syamsudin Noor dalam tiga hari terakhir. Meski demikian, otoritas airport memastikan operasional penerbangan belum terganggu.

Stakeholders Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, menyatakan bahwa jarak pandang (visibility) tetap berada dalam pemisah kondusif untuk aktivitas pesawat.

"Memang ada kabut asap, tetapi tidak mengganggu jarak pandang sehingga aktivitas penerbangan melangkah normal," ungkap Zulfian saat ditemui dalam aktivitas peringatan HUT RI di terminal bandara.

Catatan Redaksi: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja dan tetap waspada terhadap akibat kesehatan akibat kabut asap nan mulai muncul di beberapa titik. (I-2)

Selengkapnya