Ilustrasi(Antara)
KEBAKARAN rimba dan lahan melanda Nagari Timpeh, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, beberapa waktu belakangan. Kemarin, personel Unit 2 Tipidter Satreskrim Polres Dharmasraya melakukan pengecekan dan membantu pemadaman karhutla di Nagari Timpeh.
Pengecekan dilakukan setelah aplikasi Sipongi+ mendeteksi tujuh titik panas (hotspot).
Tujuh titik tersebut terdiri dari enam titik dari satelit NOAA20 dan satu titik dari satelit TERRA/AQUA.
Saat tiba di lokasi, petugas langsung mengecek kondisi kebakaran dan membantu memadamkan api nan tetap menyala.
Sebagian besar api sudah padam. Namun, petugas tetap menemukan beberapa titik api mini dan langsung melakukan pemadaman agar api tidak meluas.
Dari hasil pengecekan, ditemukan enam perkebunan penduduk nan terbakar dengan total luas sekitar 19,5 hektare.
Enam perkebunan, masing-masing milik Tumirin 2,5 hektare, Sujito 6 hektare, Sugiono 5 hektare, Masra 2 hektare, Asep 2 hektare, dan Asrial 2 hektare.
Penyebab kebakaran tetap dalam penyelidikan. Polisi bakal memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan Satgas Karhutla serta lembaga terkait.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, mengimbau masyarakat agar tidak membakar rimba dan lahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran rimba dan lahan. Jika memandang kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar api bisa sigap dipadamkan dan tidak meluas,” ujar AKBP Kartyana.
Polres Dharmasraya juga membujuk masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka alias membersihkan lahan dengan langkah membakar. (YH/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·