Karoline Leavitt.(Al Jazeera)
DONALD Trump nyaris tidak memerlukan orang lain untuk menjadi penyambung lidahnya. Sebagai presiden paling vokal dalam sejarah modern, dia selalu sukses menyampaikan pesannya melalui rentetan unggahan daring, wawancara, hingga perselisihan terbuka dengan wartawan.
Oleh lantaran itu, kepergian seorang sekretaris pers mungkin tampak seperti perihal sepele bagi sang Messenger-in-Chief. Namun, pengunduran diri Karoline Leavitt nan diumumkan pada Rabu (12/8) waktu setempat, merupakan kehilangan individual dan politik nan signifikan. Kekosongan nan dia tinggalkan bakal mempertegas perannya sebagai personil vital dalam lingkaran kepercayaan presiden.
Lebih dari Sekadar Juru Bicara
Leavitt bukan sekadar ahli bicara. Ia memahami karakter dasar Trump. Ia menjadi pemimpin dalam serangan masa kedudukan kedua Trump terhadap lembaga akuntabilitas Washington, dalam perihal ini, pers Beltway. Sama seperti bosnya, dia mendobrak pakem posisinya. Dengan style provokatif terhadap wartawan, dia mengekspose keretakan kewartawanan tradisional di era media sosial.
Melalui media sosial, Leavitt menyatakan bahwa sejak kelahiran anak keduanya pada 1 Mei, dia menyadari tidak bisa menjadi ibu nan layak bagi anak-anaknya sembari mencurahkan waktu dan daya konstan nan dituntut oleh pekerjaannya. Trump memuji wanita berumur 28 tahun itu sebagai salah satu ajudan paling tepercaya dan mengumumkan bahwa Leavitt bakal terus menjabat sebagai penasihat eksternal.
Tugas Berat di Bawah Trump
Menjadi sekretaris pers Trump bukanlah perjalanan nan mudah. Istilah disiplin pesan adalah oksimoron dalam manajemen ini. Tidak ada nan tahu nan bakal dikatakan presiden dari satu menit ke menit berikutnya, apalagi dirinya sendiri. Ia bisa mengubah kebijakan dalam sekejap, bertentangan dengan pejabat tinggi lain maupun dirinya sendiri.
Trump adalah manipulator media nan ulung. Ia mendemonisasi sekaligus mempermainkan wartawan selama puluhan tahun. Ia memahami rasa haus media bakal tajuk buletin nan terus berkembang dan menggunakannya sebagai perangkat pengalih perhatian. Semangat Trump untuk bentrok dan pengabaian terhadap etiket menciptakan alkimia ketika kebangkitan politiknya bertepatan dengan ledakan media sosial.
Kefasihan Narasi MAGA
Trump mungkin bakal kesulitan menggantikan kombinasi keahlian Leavitt. Ia berbincang bahasa MAGA lebih fasih di depan kamera dibandingkan siapa pun selain sang presiden sendiri. Pengarahan persnya bukan sekadar upaya menjelaskan kebijakan, melainkan demonstrasi pembangkangan unik Trumpian.
Para pendukung presiden sangat mencintai Leavitt. Serangannya terhadap wartawan ternama mengingatkan pada semangat kampanye pertama Trump. Ia jarang menjawab pertanyaan secara langsung, lebih memilih untuk menyerang motif alias pola pikir wartawan nan ditempatkan sebagai figuran dalam pagelaran Trump.
Dampak terhadap Kebebasan Pers
Masa kedudukan Leavitt bakal diingat sebagai periode nan merusak pendapat bahwa pers mempunyai peran vital dalam menuntut pertanggungjawaban presiden. Operasinya mengambil alih kendali sistem pool nan selama ini dikelola oleh asosiasi koresponden independen. Ia menentukan orang nan bisa masuk ke aktivitas kepresidenan dan terbang dengan Air Force One.
Dalam satu kontroversi besar, Leavitt--di bawah pengarahan Trump--melarang Associated Press (AP) dari aktivitas tertentu setelah instansi buletin tersebut menolak mengubah pedoman style penulisannya untuk mencerminkan perintah pelaksana Trump nan menamai ulang Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.
Anggota DPR dari Demokrat James Walkinshaw menyatakan di CNN bahwa warisan Leavitt bakal menjadi salah satu aspek nan memperburuk hubungan antara Gedung Putih dan pers. "Ini pekerjaan, untuk menjadi ahli bicara Donald Trump, Anda kudu secara sengaja menyangkal realita setiap hari," ujarnya.
Masa Depan tanpa Leavitt
Meskipun pengarahan persnya sering menjadi arena konfrontasi di televisi, Leavitt dikenal lebih kolegial dengan personil media di luar kamera. Hubungan kepercayaannya dengan Trump membuatnya selalu berada di ruangan saat momen-momen krusial, kewenangan spesial nan memberikan kredibilitas bagi seorang ahli bicara.
Tanpa rencana suksesi nan jelas, muncul spekulasi bahwa Trump mungkin bakal mengambil alih seluruh tugas komunikasi tersebut sendirian. Leavitt bakal tetap menjadi pahlawan bagi pedoman pendukung Trump. Pengaruhnya mungkin bakal memperkuat melampaui masa kedudukan kedua ini, lantaran teknik komunikasi nan dia rintis bisa saja diadopsi oleh pemerintahan di masa depan. (CNN/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·