Pengasapan alias fogging untuk mencegah DBD.(Dok. Antara)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026. Hingga bulan Juli, tercatat sebanyak 200 penduduk dinyatakan positif terjangkit virus nan ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut, dengan satu orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini terjadi di tengah musim kemarau. Menurutnya, aspek utama peningkatan kasus adalah tetap rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Kasus DBD di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 200 orang. Kami terus berupaya melakukan edukasi agar masyarakat selalu membersihkan lingkungan. Mengingat sudah ada satu orang nan meninggal dunia, kami mengingatkan penduduk agar selalu waspada," ujar Otong, Senin (10/8/2026).
Tren Kasus Bulanan
Berdasarkan info Dinas Kesehatan, perubahan kasus DBD terjadi setiap bulannya sejak awal tahun. Berikut adalah rincian sebaran kasus DBD di Kabupaten Tasikmalaya selama periode Januari hingga Juli 2026:
- Januari: 35 kasus
- Februari: 24 kasus
- Maret: 31 kasus
- April: 29 kasus
- Mei: 27 kasus
- Juni: 30 kasus
- Juli: 24 kasus
Total akumulasi 200 kasus tersebut mencakup pasien dari beragam golongan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Sebagian besar pasien menjalani perawatan di RSUD KHZ Mushafa, di mana beberapa di antaranya telah berangsur sembuh, namun petugas medis tetap terus memantau pasien nan tetap dirawat.
Waspada di Musim Kemarau
Otong menjelaskan bahwa musim tandus panjang tidak lantas membikin ancaman DBD hilang. Sebaliknya, genangan air di wadah-wadah penampungan nan jarang dikuras justru menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk. Ia mengimbau penduduk untuk segera memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan jika mengalami indikasi demam tinggi nan tidak kunjung turun.
Masyarakat diminta rutin menerapkan langkah 3M Plus: menguras bak air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur peralatan bekas, serta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dinas Kesehatan mengkhawatirkan potensi kenaikan kasus tetap bakal terjadi selama musim tandus jika masyarakat abai. "Peningkatan jentik nyamuk tetap banyak ditemukan di dalam rumah. Masyarakat kudu selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing," pungkasnya. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·