Karhutla(Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan)
DINAS Kesehatan Kalsel mencatat sepanjang tandus jumlah penderita Infesi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan pnemonia mengalami peningkatan tajam hingga lebih dari 7.000 kasus. Daerah dengan jumlah kasus ISPA dan pneumonia terbanyak terjadi di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
"Upaya pencegahan melalui pembagian masker kepada masyarakat termasuk sekolah-sekolah terus kita lakukan. Persediaan obat-obatan nan kita miliki juga mencukupi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, Jumat (14/8).
Guna mengurangi kasus, masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker guna mengantisipasi ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap.
"Melihat kondisi karhutla dan serangan kabut asap, jumlah penderita ISPA dan pnemonia di Kalsel juga meningkat. Karena itu kita meminta masyarakat luas terutama nan berada di wilayah terkena kabut asap untuk mematuhi protokol kesehatan," ungkap Diauddin.
Selain penggunaan masker, penduduk juga dihimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat kabut asap tebal, serta memperbanyak minum air putih dan vitamin untuk mengantisipasi penyakit ISPA dan pnemonia.
Himbauan untuk membakar lahan juga disampaikan Gubernur Kalsel, Muhidin di sela-sela aktivitas puncak peringatan Hari Jadi ke 76 Provinsi Kalimantan Selatan. Dikatakannya, kebakaran rimba dan lahan nan terus terjadi telah berakibat pada kabut asap, gangguan kesehatan ISPA, terganggunya transpotasi dan kerusakan lingkungan.
Sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar. Kebijakan ini ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagai langkah antisipasi sigap guna mencegah kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Langkah preventif tersebut diambil menyusul pemantauan kondisi suasana nan menunjukkan kejadian El-Nino Kuat telah berjalan sejak Juli 2026. Kondisi ini berpotensi memperparah kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Pantauan Media, meski diselimuti kabut asap aktivitas masyarakat di Kalsel tetap berjalan normal. Demikian juga dengan aktivitas di sekolah-sekolah dan pondok pesantren.
Kepala SDN 1 Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru, Suadmaji, mengungkapkan bahwa kabut asap kerap muncul pada pagi hari dan sore hari. Meski demikian, proses pembelajaran bagi 286 siswanya tetap berjalan normal.
"Kabut asap tebal itu kadang-kadang pada pagi hari, tapi sekitar jam 08.00 wIta mulai berkurang. Sampai sekarang belum sampai mengganggu aktivitas belajar dan kondisi sekolah tetap tergolong aman," ujar Suadmaji. Pihaknya juga telah meminta support masker kepada Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·