Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menilai raihan juara Piala Super Eropa 2026 dapat diraih lantaran mentalitas para pemainnya nan selalu mau memberikan hasil maksimal.
"Pertandingan ini susah dipersiapkan. Para pemain memerlukan rehat dan waktu berbareng family mereka, tetapi setiap kali mereka mengenakan seragam Paris Saint-Germain, ada ikatan dengan para penggemar, dan di antara para pemain itu sendiri. Apa nan kami tunjukkan lagi hari ini adalah bahwa, terlepas dari kesalahan dan banyak perihal nan kurang, kami adalah tim nan selalu kami inginkan," kata Enrique usai pertandingan dikutip dari laman PSG.
"Kita selalu membicarakan para pemain nan memulai pertandingan, tetapi sangat krusial untuk siap masuk sebagai pemain pengganti, terutama dalam pertandingan seperti ini. Semua pemain mempunyai pemahaman nan sama, dan itu sangat penting, lantaran untuk memenangkan trofi besar, Anda memerlukan semua orang untuk bekerja sama," ucap Enrique menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSG sukses menjadi juara Piala Super Eropa 2026 setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1. Pertandingan berjalan di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) awal hari WIB.
PSG langsung tampil garang sejak awal pertandingan. Peluang pertama mereka datang pada menit ke-20 melalui Desire Doue. Namun, tembakannya tetap bisa diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot.
Tak lama berselang, PSG akhirnya membuka keunggulan. Khvicha Kvaratskhelia mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Doue. Pemain asal Georgia itu melakukan tindakan perseorangan sebelum melepaskan tembakan keras ke tengah gawang. PSG unggul 1-0.
Aston Villa kemudian meningkatkan tekanan. Brian Madjo nyaris mencetak gol pada menit ke-28 melalui sundulan jarak dekat, tetapi bola tetap melebar.
Usaha Villa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45. Madjoyang baru berumur 17 tahun sukses mencetak gol lewat sontekan first time setelah menerima umpan silang John McGinn. Skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut membikin Madjo menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Memasuki babak kedua, Aston Villa kembali memberikan tekanan. McGinn nyaris membawa Villa berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya ditepis Matvey Safonov.
PSG kemudian kembali memimpin pada menit ke-61 melalui Doue. Sempat dianulir lantaran offside, gol tersebut akhirnya disahkan setelah pemeriksaan VAR. Skor menjadi 2-1 untuk PSG.
Villa terus menyerang pada sisa pertandingan, sementara PSG lebih banyak memperkuat dan mengandalkan serangan balik. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, skor tidak berubah.
PSG pun keluar sebagai juara dan mengikuti jejak AC Milan serta Real Madrid nan pernah meraih Piala Super Eropa secara back-to-back.
Bagi Unai Emery, kekalahan ini memperpanjang catatan buruknya. Ia sekarang selalu kalah dalam empat kesempatan tampil diajang tersebut.
(rhr/rhr/jun)

47 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·