ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik tiga kepala jenderal baru nan sebelumnya berstatus pelaksana tugas (plt) dan pelaksana harian (plh).
Adapun tiga Direktur Jenderal (Dirjen) baru nan dilantik hari ini, ialah Dirjen Anggaran (DJA) Sudarto, Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin, dan Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) Evita Mantovani.
Dalam pidato saat pelantikan tersebut, Purbaya memberikan saran kepada Dirjen baru agar bisa menjalankan amanah nan dipercayakan masyarakat melalui Presiden dan Menteri Keuangan.
"Saya mau menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian alias pengisian jabatan. Ini adalah penyerahan amanah negara, amanah rakyat, dan amanah presiden kepada saudara-saudara sekalian," kata Purbaya dalam pidatonya di pelantikan Dirjen baru, Rabu (1/7/2026).
Purbaya melanjutkan, kondisi dunia saat ini terus bergerak dan bergolak dan turut mempengaruhi segi kehidupan masyarakat, sehingga Kemenkeu datang untuk melayani masyarakat.
"Kita bekerja dalam situasi nan tidak sederhana. Dunia berubah cepat, pergerakan ekonomi dunia terus bergerak, kebutuhan rakyat semakin nyata, dan tuntutan terhadap pemerintah untuk bekerja lebih cepat, lebih bersih, dan lebih efektif semakin tinggi. Dalam kondisi seperti ini, saya mau Kementerian Keuangan datang sebagai lembaga nan tenang dalam menghadapi tekanan, tajam dalam menghadapi membaca risiko, dan berani mengambil keputusan nan besar," lanjutnya.
Purbaya pun menegaskan perlunya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar masyarakat bisa hidup dengan tenang dan nyaman, tanpa khawatir.
"APBN kudu kita jaga dengan sangat hati-hati. Setiap rupiah duit negara kudu betul-betul memberi faedah bagi rakyat, mendukung program prioritas presiden, dan menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah. Kita tidak boleh bekerja hanya dengan logika administrasi," tegasnya.
Purbaya pun meminta kepada Dirjen baru agar bekerja dengan rasa tanggung jawab nan besar dan selalu berpihak atas nama rakyat.
"Kita kudu bekerja dengan rasa tanggung jawab, kepekaan, dan keberpihakan kepada rakyat. Kepada para pejabat nan baru dilantik, saya mau mengingatkan bahwa kedudukan nan kerabat ngemban adalah kepercayaan nan sangat besar," kata Purbaya.
"Di kembali setiap keputusan nan kerabat ambil, ada akibat terhadap anggaran negara, aset negara, stabilitas ekonomi, bumi usaha, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, saya minta kerabat memimpin dengan integritas, keberanian, empati, dan profesionalisme," pungkasnya.
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·