ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Negara mini di Eropa, Siprus, sekarang menawarkan diri sebagai pintu gerbang bagi perusahaan Indonesia nan mau memperluas upaya ke pasar Uni Eropa (UE). Negara kepulauan di area Mediterania itu juga membuka kesempatan kerja sama di bagian teknologi, inovasi, hingga investasi sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi dengan Indonesia dan Asia Tenggara.
Komitmen tersebut disampaikan dalam aktivitas "Cyprus as a Gateway - Linking the European & Southeast Asian Tech & Innovation Ecosystems" nan digelar Kedutaan Besar Republik Siprus berbareng Research and Innovation Foundation serta Chief Scientist of the Republic of Cyprus. Acara tersebut berjalan di tengah masa kepemimpinan Siprus sebagai Presiden Dewan Uni Eropa (Council of the European Union).
Chief Scientist Republik Siprus, Demetris Skourides, mengatakan Siprus mempunyai posisi strategis untuk menjadi gerbang menuju pasar Eropa. Menurutnya, negara tersebut menawarkan ekosistem riset dan penemuan nan berkembang pesat, suasana upaya nan kompetitif, kualitas hidup nan tinggi, serta beragam kesempatan investasi bagi pelaku upaya internasional.
"Siprus merupakan pintu gerbang nan sangat baik menuju pasar Eropa melalui ekosistem riset dan penemuan nan berkembang, lingkungan upaya nan kompetitif, serta kesempatan investasi nan luas," ujar Skourides dikutip Selasa (30/6/2026).
Sementara itu, Duta Besar Siprus Nikos Panayiotou menyebut negaranya sekarang menempati ranking ke-25 dalam World Innovation Index dan telah dikategorikan sebagai "strong innovator" di antara negara-negara personil Uni Eropa. Ia mengatakan letak geografis Siprus nan berada di persimpangan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menjadikannya letak strategis bagi perusahaan Indonesia maupun Asia Tenggara nan mau memperluas jangkauan upaya ke area Eropa.
"Siprus berkembang menjadi pusat regional nan dapat menjadi gerbang bagi Indonesia dan Asia Tenggara menuju ekosistem Eropa nan lebih luas," kata Panayiotou.
Dalam forum tersebut, Siprus juga memamerkan beragam perusahaan rintisan (startup) dan pusat riset nan bergerak di sektor teknologi. Beberapa di antaranya mengembangkan solusi di bagian kepintaran buatan (artificial intelligence/AI), keamanan siber, teknologi satelit, teknologi maritim, hingga perangkat lunak untuk sektor finansial dan ritel.
Perusahaan nan berperan-serta antara lain Dynamic Works nan menyediakan sistem manajemen hubungan pengguna (CRM) untuk industri keuangan, QSecure di bagian keamanan siber, Cyprus Marine & Maritime Institute (CMMI) untuk riset kelautan, Powersoft dengan solusi berbasis AI, Tototheo Global di bagian teknologi satelit, serta Orom AI nan mengembangkan teknologi pemetaan dan lokalisasi secara real time. Melalui forum tersebut, Siprus berambisi kerjasama antara pelaku penemuan di Indonesia dan UE dapat semakin erat, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan investasi, transfer teknologi, dan ekspansi upaya lintas kawasan.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·