Kawal Demo di Bundaran HI, Polda Metro Instruksikan Pengamanan Persuasif

1 jam yang lalu 3
Kawal Demo di Bundaran HI, Polda Metro Instruksikan Pengamanan Persuasif Ilustrasi .(Antara)

POLDA Metro Jaya menegaskan pengamanan tindakan unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. 

Seluruh personel nan bekerja dilarang keras membawa maupun menggunakan senjata api dalam corak apa pun.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries menegaskan seluruh personel pengamanan, baik unsur Polri maupun TNI nan diperbantukan, wajib mengendalikan emosi dan tidak mudah terprovokasi saat melayani massa.

"Pengamanan unjuk rasa kudu melangkah aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan akomodasi umum. Kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta jadikan penegakan norma sebagai langkah terakhir (ultimum remedium)," kata Laode saat apel pengamanan di Jakarta, Selasa (18/8).

Laode menginstruksikan personel provos untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelengkapan peralatan anggota. Ia memastikan tidak ada petugas, termasuk Satgas Intelijen dan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), nan membawa senjata api di lapangan. 

Selain itu, dia menggarisbawahi pentingnya prinsip satu komando dalam pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) serta skenario penguraian massa.

"Semua tindakan di lapangan kudu satu komando, tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Pergerakan pasukan PHH maupun penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah Kapolda langsung," ujar Laode.

Dalam penyelenggaraan tugas, personel Reskrim diminta bergerak dalam golongan tim untuk mengamankan pihak-pihak nan kedapatan membawa barang rawan sejak dini. 

Sinergi dan komunikasi berjenjang dengan unsur TNI juga terus dibangun untuk memperkuat soliditas pengamanan.

Di sela-sela pengarahan, para personel pengamanan tampak mengenakan pita hitam di lengan. 

Laode menjelaskan pita tersebut merupakan corak empati dan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi nan menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Utara, dan Sulawesi.

"Polda Metro Jaya adalah etalase Indonesia. Ketika Jakarta kondusif dan pelayanan Polri humanis, ini bakal menjadi contoh bagi seluruh Republik Indonesia. Mari kita tunjukkan profesionalisme dan marwah lembaga demi keselamatan warga," tutur Laode menutup pengarahan dengan angan berbareng bagi korban bencana.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar unjuk rasa pada Selasa (18/8), dengan Seruan Aksi Merebut Kemerdekaan, sehari setelah seremoni Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. 

Unjuk rasa tersebut rencananya digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, nan diumumkan lewat unggahan pada akun Instagram resmi BEM UI @bemui_official. (Ant/P-2)

Selengkapnya