Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring berkembangnya pembangunan transportasi publik berbasis Transit-Oriented Development (TOD), area upaya Jakarta diperkirakan tidak lagi hanya terpusat di area Sudirman-Thamrin. Adapun segelintir wilayah nan diprediksi bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus menuturkan, terdapat beberapa kawan nan mempunyai prospek cerah antara lain Dukuh Atas, Manggarai, Cawang, Pasar Baru, hingga Kota Tua Jakarta. Dari sekian wilayah tersebut, Dukuh Atas dinilai punya kesempatan terbesar mengingat di sana terdapat pusat beragam moda transportasi publik.
Bukan hanya terhubung dengan KRL, MRT, Transjakarta, area Dukuh Atas juga bakal terhubung oleh jaringan LRT menuju Tanah Abang, Manggarai, hingga Bekasi. Terlebih, posisi Dukuh Atas dekat dengan area Sudirman dan Bundaran HI, hotel, pusat ritel dan hiburan, serta gedung perkantoran. Alhasil, area ini berpotensi menjadi hub transportasi terbesar di Indonesia.
"Kita memandang bahwa TOD ini nantinya nggak hanya sebagai prasarana transportasi, tapi bisa menjadi penggerak alias aspek nan membentuk value daripada property. Jadi from transportation infrastructure to property value creation dan ini sebenarnya sudah terjadi di banyak negara maju, Singapura, Hongkong, dan golongan lain," ungkap dia dikutip, Sabtu (1/8/2026).
Di sisi lain, Anton menjelaskan, Manggarai juga menjadi salah satu area nan diproyeksikan berkembang pesat. Hal ini seiring adanya rencana pembangunan area superblok nan mengintegrasikan hunian, area komersial, dan akomodasi pendukung lainnya.
Selain Dukuh Atas, Manggarai juga diproyeksikan berkembang pesat melalui rencana pembangunan area superblok nan menggabungkan hunian, area komersial, serta akomodasi pendukung lainnya.
Seorang pedang kopi keliling melewati ruas jalan utama di area jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (1/1/2022). Sejak pukul 22.00 WIB terpantau kendaraan dan penduduk sangat lengang. Kendaraan operasional polisi tampak menyusuri ruas-ruas jalan nan menjadi titik penutupan jalan.Malam pergantian tahun 2021 menuju 2022 di pusat Kota Jakarta berjalan sepi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbareng Polda Metro Jaya menutup 11 ruas jalan sejak pukul 22.00 WIB.Dari pantauan dilokasi sejumlah ruas jalan di Jakarta terpantau lengang. Tak banyak kendaraan melintas. Kendaraan operasional polisi tampak menyusuri ruas-ruas jalan nan menjadi titik penutupan jalan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Suasana area Sudirman - Thamrin saat pemberlakuan crowd free night (CFN), Jumat (31/12/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
"Jadi di sekitaran stasiun Manggarai direncanakan bangun hunian, komersial dan sebagainya. Kita doakanlah semoga itu jadi, doakan agar jadi. Ini krusial banget sih, jika Manggarai dan juga Tanah Abang bisa dibangun dengan bagus waduh Jakarta sih sudah bisa nyaingin kota-kota lain," terang dia.
Selain Dukuh Atas dan Manggarai, Anton menyatakan bahwa area Cawang juga menjadi salah satu nan strategis. Pasalnya, posisi Cawang ini menjadi titik bertemunya beragam moda transportasi. Dimulai dari LRT, akses Kereta Cepat Jakarta-Bandung, hingga jalan tol menuju sejumlah wilayah Jabodetabek.
Lebih lanjut, dia memandang pertumbuhan di area Pasar Baru tetap terbuka. Hal ini didukung adanya pembangunan MRT Fase 2A serta jaringan Transjakarta nan melintasi wilayah tersebut. Pasar Baru juga berada di wilayah strategis di Jakarta Pusat, sehingga berpotensi berkembang menjadi area upaya baru.
Tak ketinggalan, Kota Tua Jakarta juga berkesempatan mendapatkan faedah besar saat MRT Fase 2A telah beroperasi. Kawasan berhistoris tersebut diyakini dapat berkembang menjadi destinasi wisata, hiburan, dan komersial dengan catatan dikelola secara optimal.
Selama ini, area tersebut mempunyai imej nan terkesan sunyi di malam hari dengan dipenuhi bangunan-bangunan tua. Padahal, Jakarta Kota, terutama area Kota Tua, menyimpan potensi nan begitu besar sebagai destinasi komersial, hiburan, dan wisata jika ditata dan dikembangkan dengan baik.
Jika memandang dari pengalaman di lingkup global, sudah banyak area heritage alias kota tua nan bisa dikembangkan menjadi pusat perekonomian berkah support transportasi publik nan berkualitas.
"Jadi potensi Kota Tua nan kelak menjadi ujung dari MRT Fase 2 ini sangat-sangat potensial sekali. Dengan belum ada ini (MRT) aja juga kan Kota Tua jadi tempat tujuan ini kan wisata," pungkas dia.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]

57 menit yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·