Kebijakan Fiskal 2027 RI: Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa tema kebijakan fiskal 2027, ialah "Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat" kudu dimaknai sebagai komitmen pemerintah untuk mempertemukan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan serta kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial.

Menurut Puan, program kerja prioritas nasional tahun 2027, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian daya dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, prasarana dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, hingga penurunan kemiskinan kudu dilaksanakan sebagai satu kesatuan politik pembangunan nasional.

"Tema kebijakan fiskal Tahun 2027: Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat kudu dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan; kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial," kata Puan saat menyampaikan pidato pembuka Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Ia lantas menekankan bahwa pembangunan nasional juga merupakan instrumen negara untuk menjaga persatuan dengan memastikan seluruh rakyat memperoleh kewenangan nan sama atas pelayanan publik, kesempatan ekonomi, dan kemajuan.

Puan mengingatkan agar tidak ada masyarakat nan merasa terpinggirkan alias jauh dari kehadiran negara hanya lantaran tinggal di wilayah dengan akses nan terbatas.

"Tidak boleh ada rakyat nan merasa jauh dari negara; lantaran tinggal di pulau kecil, wilayah tertinggal, wilayah perbatasan, pegunungan, maupun area terpencil," kata Puan.

Puan menyebut, pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp 197 triliun; pada 2010 sebesar Rp 1.126 triliun; menandakan dalam 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik nyaris 6 kali lipat,

Sementara itu, pada 2026 APBN sebesar Rp 3.842 triliun; naik nyaris 20 kali lipat dibanding pada tahun 2000.

"APBN Tahun 2027, nan sejenak lagi bakal disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran shopping Rp 4.000-an triliun," kata Puan.

Puan menegaskan, jika nantinya kapabilitas APBN nan tercermin dari besaran shopping negara itu mencapai kisaran Rp 4.000 triliun, tentu jumlahnya menjadi sangat besar dibanding tahun- tahun sebelumnya.

"Mungkin tidak ada satupun di antara kita nan pernah memandang banyaknya duit sebesar nyaris Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya apalagi sangat besar," tegasnya.

Besarnya APBN pada 2027 tersebut, menurutnya kudu ada empat perihal nan kudu diperhatikan.

Pertama, pendapatan negara kudu dihimpun secara adil, tanpa melemahkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan bumi usaha. Negara kudu menghimpun pendapatan negara secara optimal, tetapi juga kudu setara dalam membagi beban.

Kedua, shopping negara kudu semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil.

Ketiga, defisit dan utang kudu dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab. Setiap pembiayaan kudu dilihat dari manfaat, risiko, dan bebannya bagi generasi mendatang.

"Kebijakan hari ini tidak boleh meninggalkan beban nan tidak setara bagi generasi nan bakal datang," kata Puan.

Keempat, transfer ke wilayah kudu betul-betul memperkuat pelayanan publik; ekonomi lokal; dan pemerataan pembangunan.

"APBN bukan sekedar nomor dan program. Bagi rakyat, nan diingat bukan besarnya nomor dalam APBN, melainkan seberapa besar APBN bisa mengubah hidup rakyat menjadi lebih baik," jelas Puan.

"Oleh lantaran itu maka, ukuran keberhasilan kita dalam menyusun APBN adalah sejauh mana kebijakan, program dan anggaran bisa membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih baik," tegasnya.

(ven/wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya