Kejuaraan Dunia 2026: Jangan Biarkan Puasa Gelar Terus Berlanjut

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Badminton Indonesia sedang mengalami krisis dan puasa gelar panjang di Kejuaraan Dunia. Hal itu tentu kudu dijadikan motivasi untuk memutus puasa gelar tersebut di jenis kali ini.

Indonesia terakhir kali punya juara bumi pada 2019. Saat itu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan merebut gelar juara bumi di nomor dobel putra.

Usai momen tersebut, Indonesia kesulitan untuk bisa kembali berjaya. Setelah pemain Pelatnas Cipayung tidakhadir di jenis 2021, pemain-pemain Indonesia juga tidak bisa jadi juara di jenis 2022, 2023, 2025, dan 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terhitung sejak 2019, Indonesia berfaedah sudah menunggu tujuh tahun untuk bisa kemabli mempunyai juara dunia. Ini adalah rentang waktu terlama sejak Kejuaraan Dunia selalu digelar tiap tahun selain tahun Olimpiade.

Puasa gelar terlama sebelumnya ada di jenis 2007 hingga 2013. Saat itu Nova Widianto/Liliyana Natsir juara bumi jenis 2007 dan Indonesia baru kembali mempunyai juara bumi kembali di jenis 201e lewar Tontowi Ahmad/Liliyana Natisr dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Dari segi di atas kertas, kesempatan terbaik untuk merebut gelar juara bumi tahun ada di puncak Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Jonatan Christie. Keduanya masuk dalam jejeran unggulan papan atas. Terkhusus untuk Fajar/Fikri, mereka apalagi baru saja juara di Jepang dan China nan merupakan dua turnamen terakhir sebelum Kejuaraan Dunia berlangsung.

Selain itu, ada pemain-pemain Indonesia nan berpotensi membikin kejutan. Putri Kusuma Wardani, Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Alwi Farhan masuk kategori pemain nan punya kesempatan membikin kejutan.

Pada Kejuaraan Dunia 2025, catatan Indonesia adalah raihan satu lencana perunggu. Medali perunggu diraih oleh Putri Kusuma Wardani.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)

Selengkapnya