ilustrasi(MI/AGUNG WIBOWO)
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 11 kabupaten/kota di Bumi Anoa telah menetapkan status darurat musibah kekeringan. Langkah ini diambil guna merespons eskalasi akibat kemarau panjang nan kian meluas di wilayah daratan maupun kepulauan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, memaparkan bahwa ke-11 wilayah nan telah menerbitkan status darurat tersebut yaitu:
- Kabupaten Bombana
- Kabupaten Kolaka Timur
- Kabupaten Buton Utara
- Kabupaten Muna
- Kabupaten Muna Barat
- Kabupaten Buton Selatan
- Kabupaten Buton Tengah
- Kabupaten Konawe Selatan
- Kabupaten Kolaka Utara
- Kabupaten Konawe Kepulauan
- Kota Kendari
"Keputusan ini mempermudah koordinasi lintas sektor dan percepatan penanganan bencana, termasuk pendistribusian air bersih ke area krisis. Jika eskalasi akibat kekeringan melampaui kapabilitas daerah, jalur koordinasi ke pemerintah provinsi dan pusat sekarang sudah terbuka," kata Taufik dikutip dari Antara, Rabu (26/8).
Taufik menegaskan bahwa publikasi status darurat musibah oleh para kepala wilayah menjadi injakan krusial untuk mempermudah mobilisasi sumber daya darurat. Salah satu poin utamanya adalah kemudahan pembukaan akses pemanfaatan biaya Belanja Tidak Terduga (BTT) di tingkat daerah.
Selain mempercepat pengiriman air bersih bagi masyarakat nan mengalami krisis, penetapan status ini difokuskan untuk memperkuat langkah antisipasi di sektor pertanian. Berdasarkan info Distanak Sultra, luas lahan persawahan nan terdampak kekeringan terus meluas dari sebelumnya 2.846 hektare menjadi 3.041,55 hektare.
Guna mengantisipasi akibat kandas panen (puso), Pemprov Sultra telah menyiapkan langkah mitigasi intensif terhadap 179,6 hektare lahan padi. Fokus penanganan penyelematan lahan difokuskan di tiga wilayah utama, yakni:
- Kabupaten Bombana: 113 hektare
- Kabupaten Konawe Selatan: 59,6 hektare
- Kabupaten Kolaka: 7 hektare
Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Sultra terus mengimbau para petani di area terdampak darurat kekeringan untuk menyesuaikan pola tanam serta mulai beranjak menggunakan varietas bibit unggul tahan kering guna meminimalkan akibat kerugian nan lebih besar. (Ant/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·