BANTUAN AIR BERSIH: BPBD dan PMI Kabupaten Sukabumi menyalurkan support air bersih bagi penduduk Kampung Babakansari RT 04/17, Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, belum lama ini.(Dok Istimewa)
SEBANYAK 32 kali bencana terjadi kurun sebulan terakhir di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bencana didominasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat dampak tandus panjang.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyebut akibat tandus mendominasi kejadian musibah kurun sebulan terakhir. Karhutla relatif cukup banyak kejadiannya dibanding musibah nan lain.
"Berdasarkan laporan, ada 32 kejadian musibah sebulan terakhir. Untuk karhutla terjadi 18 kali, kekeringan 10 kali, cuaca ekstrem dua kali, gempa satu kali, dan tanah longsor satu kali," kata Daeng, Minggu (2/8).
Dari semua kejadian musibah tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun terdapat beberapa kerusakan infrastruktur.
"Ada dua rumah nan rusak, masing-masing satu gedung rusak sedang dan satu rusak ringan. Ada dua titik ruas jalan dan satu titik saluran air nan rusak. Terdapat juga satu kepala family alias empat jiwa nan mengungsi. Kerusakan ini akibat dampak musibah hidrometeorologi," terangnya.
Kondusif
Pada sisi lain, Daeng menuturkan kondisi penyintas kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok sudah kondusif. Pemerintah wilayah setempat pun tak memperpanjang masa status tanggap darurat nan telah berhujung pada 31 Juli 2026.
"Terhitung sejak berakhirnya masa status tanggap darurat, maka seluruh aktivitas penerimaan, pengelolaan, dan pendistribusian support logistik kepada masyarakat terdampak dilaksanakan panitia lokal nan telah dibentuk pemerintah Desa Sirnaresmi," ujar Daeng.
Namun begitu, pemerintah wilayah melalui BPBD berbareng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisolok tetap melaksanakan aktivitas monitoring dan pendampingan untuk memastikan proses pemulihan melangkah dengan baik. Kepada seluruh pihak, baik lembaga pemerintah, lembaga, organisasi, relawan, bumi usaha, maupun masyarakat nan bakal menyalurkan bantuan, diharapkan agar berkoordinasi dengan panitia lokal.
"Sehingga penyaluran support dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak," pungkasnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·