Kemlu: Kapasitas Nasional Dimaksimalkan untuk Tangani Gempa NTT, Bantuan Asing belum Diperlukan

10 jam yang lalu 3
 Kapasitas Nasional Dimaksimalkan untuk Tangani Gempa NTT, Bantuan Asing belum Diperlukan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini tetap memprioritaskan penggunaan kapabilitas dan sumber daya nasional untuk menanggulangi akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh lantaran itu, support dari pihak asing dinilai belum diperlukan untuk saat ini.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa konsentrasi utama pemerintah adalah memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi melalui kekuatan domestik.

“Saat ini konsentrasi penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat nan terdampak dapat dipenuhi melalui kapabilitas dan sumber daya nasional nan dimiliki,” ujar Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (20/8).

Apresiasi Solidaritas Internasional

Meski belum membuka pintu bagi support internasional, Indonesia tetap menyampaikan apresiasi nan mendalam atas perhatian dan solidaritas dari negara-negara sahabat. Yvonne menyebut banyak negara telah menawarkan support untuk menolong korban serta memulihkan situasi pascagempa.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dilaporkan telah berkomunikasi langsung dengan sejumlah duta besar negara sahabat untuk menyampaikan terima kasih atas kepedulian mereka. “Kami menilai perihal tersebut banget berarti bagi kami pada masa nan susah ini,” tambah Yvonne.

Terkait potensi pembahasan support dalam pertemuan Dialog Komprehensif Strategis (CSD) Indonesia-Tiongkok antara Menlu Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi pada Jumat (21/8), Kemlu menyatakan perihal tersebut tetap bakal dibahas lebih lanjut.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu Tiongkok, Lin Jian, menyatakan kesediaan pemerintahnya untuk memberikan support sesuai kebutuhan Indonesia, sembari mengonfirmasi adanya sejumlah penduduk negara Tiongkok nan turut menjadi korban luka dalam musibah tersebut.

Update Dampak Bencana dan Logistik

Berdasarkan info terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban tewas akibat gempa nan terjadi pada 15 Agustus tersebut sekarang mencapai 71 orang. Penambahan satu korban jiwa tercatat pada Rabu (19/8).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memaparkan bahwa pengedaran support domestik terus mengalir deras ke letak bencana. Hingga Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB, total support nan terkirim mencapai 398 ton.

Dari total tersebut, sebanyak 165 ton logistik dikirimkan melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan di wilayah-wilayah nan susah dijangkau. Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan masa pemulihan melangkah optimal dengan kekuatan mandiri. (Ant/H-3)

Selengkapnya