Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperluas cakupan agunan sosial bagi pekerja rentan meski capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah tersebut telah melampaui sasaran daerah.(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat komitmen perlindungan bagi pekerja rentan melalui ekspansi cakupan agunan sosial. Meski capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah tersebut telah melampaui sasaran daerah, Pemkab menekankan bahwa konsentrasi utama sekarang bergeser pada akibat nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyatakan bahwa perlindungan agunan sosial tidak boleh berakhir pada pencapaian nomor kuantitatif. Hal tersebut disampaikannya dalam aktivitas Sosialisasi Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 17 Tahun 2026 dan peluncuran Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan di Hotel DoubleTree Surabaya, Selasa (18/8).
"Target nan ditetapkan bukan sekadar mengejar nomor kepesertaan. nan lebih krusial adalah gimana perlindungan agunan sosial ini betul-betul memberikan akibat terhadap kesejahteraan masyarakat dan ikut menurunkan nomor kemiskinan," tegas Fenny.
Fokus pada Kelompok Desil 1-5
Fenny menginstruksikan agar pertimbangan kepesertaan ke depan diintegrasikan langsung dengan dinamika sosial-ekonomi warga, terutama golongan masyarakat nan berada pada desil 1 hingga 5. Sebagai langkah konkret, Pemkab meluncurkan Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan nan dimulai dari pejabat struktural.
Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan untuk memastikan perlindungan bagi:
- Siswa alias mahasiswa magang.
- Pekerja aktivitas swakelola desa.
- Mitra kerja pemerintah (KONI, Guk Yuk Sidoarjo, KDKMP, SPPG, dan relawan).
Data Kepesertaan dan Penyaluran Manfaat
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Arie Fianto Sofyan, memaparkan info terbaru mengenai kepesertaan dan realisasi santunan di wilayah Sidoarjo. Per 14 Agustus 2026, cakupan kepesertaan telah melampaui sasaran awal.
| Total Angkatan Kerja | 1,05 Juta Orang |
| Jumlah Peserta Aktif | 474.455 Pekerja |
| Persentase Kepesertaan | 46,27% (Target: 41,34%) |
| Pekerja Belum Terlindungi | 575.938 Orang |
Terkait penyaluran manfaat, Arie mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo telah menyalurkan santunan sebesar Rp607 miliar kepada sekitar 31 ribu pekerja. Angka ini menambah akumulasi santunan hingga tahun 2025 nan mencapai Rp2,2 triliun bagi lebih dari 204 ribu penerima manfaat.
"Kami terus bekerja-sama dengan Pemkab Sidoarjo untuk memperluas Universal Coverage Jamsostek (UCJ) sekaligus menjaga agar pekerja nan sudah terlindungi tidak kembali kehilangan jaminannya," pungkas Arie. (HS/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·