Keputihan Berubah Warna dan Bau? Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai

1 jam yang lalu 3
Keputihan Berubah Warna dan Bau? Kenali Tanda nan Perlu Diwaspadai Ilustrasi(Dok Magnific )

KEPUTIHAN merupakan kondisi nan umum dialami wanita dan pada dasarnya menjadi bagian dari sistem alami tubuh untuk menjaga kebersihan vagina. Cairan ini membantu membawa keluar sel-sel meninggal dan kuman sehingga area intim tetap terlindungi.

Namun, perubahan pada warna, jumlah, tekstur, alias aroma keputihan tidak boleh diabaikan. Dalam tulisan Alodokter berjudul “Kenali Tanda-tanda Keputihan yang Berbahaya”, keputihan nan disertai gatal, iritasi, alias nyeri dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ intim.

Seperti Apa Keputihan nan Normal?

Keputihan normal umumnya berwarna cerah alias sedikit keruh menyerupai air susu. Teksturnya dapat encer hingga sedikit kental dan biasanya tidak menimbulkan aroma menyengat.

Jumlah cairan juga bisa berbeda pada setiap perempuan. Alodokter menyebut bahwa keputihan dapat menjadi lebih banyak alias kental pada kondisi tertentu, seperti saat ovulasi, kehamilan, menyusui, munculnya antusiasme seksual, penggunaan kontrasepsi, hingga sekitar satu minggu sebelum menstruasi.

Karena itu, tidak semua perubahan keputihan berfaedah seseorang sedang mengalami penyakit. nan perlu diperhatikan adalah perubahan nan terasa tidak biasa dan muncul berbareng keluhan lain.

Warna dan Bau Bisa Menjadi Petunjuk

Keputihan perlu diwaspadai jika jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya, berubah menjadi kuning, hijau, cokelat, alias abu-abu, serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Rasa gatal, iritasi, perih, alias nyeri pada memek juga menjadi tanda nan perlu diperhatikan.

Penyebabnya cukup beragam. Vaginosis bakterialis, misalnya, dapat membikin keputihan berwarna putih, abu-abu, alias kekuningan disertai aroma amis. Sementara jangkitan jamur biasanya menyebabkan cairan putih nan kental dan menggumpal seperti keju, disertai rasa gatal alias bengkak.

Keputihan berwarna kuning alias kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap juga dapat berangkaian dengan trikomoniasis. Gonore dapat menyebabkan cairan kuning alias keruh nan disertai nyeri panggul maupun perdarahan di luar menstruasi.

Jangan Abaikan Keputihan Disertai Darah

Keputihan berwarna cokelat alias merah, terutama jika disertai nyeri panggul dan perdarahan vagina, juga perlu diperiksa. Menurut Alodokter, kondisi tersebut dapat berangkaian dengan gangguan pada leher rahim alias lapisan rahim, termasuk kanker serviks dan kanker endometrium.

Meski demikian, perubahan keputihan tidak otomatis berfaedah kanker. Pemeriksaan master tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Cara Menjaga Kesehatan Area Intim

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Area memek sebaiknya dibersihkan secara rutin dengan langkah nan lembut. Hindari produk pembersih nan mengandung antiseptik alias pewangi serta kebiasaan douching lantaran dapat mengganggu keseimbangan kuman alami vagina.

Selain itu, bersihkan area genital dari arah depan ke belakang, gunakan busana dalam berbahan katun, dan hindari busana nan terlalu ketat. Jika keputihan disertai perubahan warna, bau, gatal, nyeri, alias perdarahan nan tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan master agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat. (Netty Fatmawati Pane/E-4)

Selengkapnya