Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 18 orang terluka, termasuk dua orang dalam kondisi serius, setelah sebuah kereta penumpang ambruk di wilayah selatan Inggris pada Kamis (13/8/2026). Insiden itu menyebabkan sejumlah gerbong terguling ke samping dan membikin penumpang sempat terjebak di dalam kereta.
Layanan Ambulans Pantai Tenggara Inggris (South East Coast Ambulance Service) menyatakan dua korban mengalami luka serius, sementara 16 lainnya nan mengalami luka lebih ringan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Tim ambulans, pemadam kebakaran, dan kepolisian dikerahkan dalam jumlah besar ke letak kecelakaan di dekat Lewes, East Sussex, sekitar 72 kilometer di selatan London.
Asisten Kepala Kepolisian Transportasi Inggris (British Transport Police) Ian Drummond-Smith mengatakan pihaknya telah menetapkan kejadian tersebut sebagai keadaan darurat besar.
"Kami telah menetapkan ini sebagai kejadian besar dan respons darurat nan signifikan tetap berjalan di letak kejadian," ujar Drummond-Smith, dilansir CNN International.
Rekaman video udara menunjukkan puluhan petugas penyelamat bekerja di sekitar kereta nan anjlok. Kendaraan darurat memenuhi area sekitar lokasi, sementara tiga ambulans udara terlihat berada di dekat tempat kejadian.
Drummond-Smith menambahkan seluruh penumpang sekarang telah sukses dievakuasi dengan selamat dari kereta tersebut. Saat kecelakaan terjadi, sekitar 150 orang berada di dalam kereta.
Hingga sekarang belum diketahui penyebab pasti tiga gerbong terakhir dari jasa Southern Rail rute London Victoria-Eastbourne keluar dari rel.
Sejumlah foto nan beredar di media sosial memperlihatkan gerbong kereta dalam posisi terguling ke samping dengan beberapa orang berdiri di atas badan gerbong.
Penumpang nan tidak memerlukan perawatan rumah sakit dibawa ke pusat organisasi terdekat untuk mendapatkan support tambahan.
Salah satu penumpang, Yana Ludwig (56), penduduk Amerika Serikat, menggambarkan kecelakaan tersebut sebagai pengalaman nan sangat menakutkan.
"Terdengar bunyi tumbukan keras. Semuanya langsung terbalik," kata Ludwig nan sedang melakukan perjalanan dari London menuju Lewes, seperti dikutip instansi buletin PA Media.
Ia mengatakan proses tergulingnya gerbong terasa sangat lama meski kemungkinan hanya berjalan sekitar 10 detik.
"Rasanya seperti berjalan sangat lama, tetapi mungkin hanya sekitar 10 detik sebelum gerbong betul-betul jatuh ke samping," ujarnya.
Ludwig mengaku tubuhnya sempat tertimpa penumpang lain saat kereta terguling. "Saya cukup banyak mengalami memar," katanya.
Menurut Ludwig, para penumpang saling memeriksa kondisi satu sama lain sembari menunggu tim penyelamat tiba.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan East Sussex mengatakan pihaknya bekerja sama dengan jasa darurat lainnya di letak dan meminta masyarakat menghindari area tersebut.
"Kami mengerahkan sepuluh mobil pemadam, satu unit support komando, tim penyelamat teknis, para petugas, dan sumber daya lainnya ke letak kejadian," kata lembaga tersebut.
"Kami membantu menjangkau para penumpang dan mendukung jasa darurat lainnya."
Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander mengaku sangat prihatin dengan laporan kecelakaan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada petugas nan menangani situasi di lapangan.
Ia menambahkan pemerintah tengah bekerja sama dengan industri perkeretaapian dan mitra lokal untuk membantu para penumpang.
"Kami bekerja sigap berbareng industri perkeretaapian dan para mitra lokal untuk membantu para penumpang," katanya.
Badan Investigasi Kecelakaan Kereta Inggris (Rail Accident Investigation Branch/RAIB) menyatakan telah mengirim tim pengawas ke letak untuk mulai mengumpulkan bukti.
Direktur Rute Sussex di Network Rail, Lucy McAuliffe, mengatakan jalur kereta antara Haywards Heath dan Lewes kemungkinan bakal tetap ditutup untuk sementara waktu selama tim ahli melakukan pemeriksaan.
"Saya memahami bahwa masyarakat mempunyai banyak pertanyaan mengenai apa nan terjadi hari ini," kata McAuliffe.
"Saya mau meyakinkan semua pihak bahwa kami bekerja sama erat dengan Rail Accident Investigation Branch nan berada di letak untuk mengetahui secara pasti apa nan telah terjadi."
Ia menegaskan bahwa saat ini tetap terlalu awal untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika Inggris sedang dilanda gelombang panas. Sejumlah jasa kereta dibatalkan dan sebagian lainnya beraksi dengan kecepatan lebih rendah akibat suhu ekstrem.
Di beberapa wilayah Inggris selatan, suhu mencapai 35 derajat Celsius pada Kamis.
Network Rail sebelumnya telah memperingatkan bahwa suhu tinggi dapat menyebabkan rel kereta memuai dan berpotensi melengkung.
"Ketika baja menjadi panas, baja bakal memuai. Jika tidak ada ruang bagi rel untuk memuai, rel bisa melengkung dan kami kudu menutup jalur untuk memperbaikinya sebelum kereta dapat kembali beroperasi," kata Network Rail dalam pernyataan di situs resminya.
Serikat pekerja transportasi TSSA juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.
"Dengan banyaknya penumpang nan terlibat, keselamatan dan kesejahteraan mereka kudu menjadi prioritas utama. Kami berterima kasih kepada seluruh jasa darurat dan petugas perkeretaapian nan merespons di letak dan menunggu info lebih lanjut," kata serikat tersebut.
Operator kereta Southern Rail mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan lantaran seluruh jalur nan melintasi Stasiun Lewes ditutup.
Penutupan dilakukan agar tim darurat, insinyur perkeretaapian, dan tenaga ahli lainnya dapat menilai situasi serta memastikan jalur kereta kondusif digunakan kembali.
Insiden ini menjadi kecelakaan kereta serius kedua di Inggris dalam dua bulan terakhir. Pada Juni lalu, dua kereta penumpang berbenturan di wilayah tengah-selatan Inggris dekat kota Bedford, menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

41 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·