Kerugian Ekonomi Prancis akibat Gelombang Panas Capai Rp280 Triliun

1 jam yang lalu 1
Kerugian Ekonomi Prancis akibat Gelombang Panas Capai Rp280 Triliun Ilustrasi(Anadolu )

PEMERINTAH Prancis melaporkan perkiraan kerugian ekonomi nan sangat besar akibat gelombang panas ekstrem nan melanda negara tersebut sepanjang musim panas tahun ini. Menteri Lingkungan Hidup Prancis, Monique Barbut, mengungkapkan bahwa nilai kerugian diprediksi menembus nomor belasan miliar euro.

"Estimasi biaya langsung dan tidak langsung akibat gelombang panas musim panas ini berada di kisaran 10 hingga 15 miliar euro (sekitar Rp187 triliun hingga Rp280 triliun)," ujar Barbut dalam rapat darurat nan digelar pada Rabu (12/8).

Barbut menekankan bahwa nomor tersebut tetap merupakan perkiraan awal. Kalkulasi pasti atas total akibat ekonomi secara menyeluruh tetap susah difinalisasi mengingat gelombang panas ekstrem tetap terus berjalan di beberapa wilayah Prancis.

Perbandingan Kerugian Ekonomi Prancis (2022 vs 2026)

Tahun Estimasi Kerugian (Euro) Estimasi Kerugian (Rupiah)
2022 5 - 6 Miliar ± Rp93 - 112 Triliun
2026 (Saat Ini) 10 - 15 Miliar ± Rp187 - 280 Triliun

Intensitas Lebih Kuat dari 2022

Lonjakan kerugian nan mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun 2022 disebabkan oleh lama gelombang panas nan lebih panjang dan intensitas suhu nan jauh lebih kuat. Sebagai perbandingan, pada 2022, nilai kerusakan ekonomi Prancis tercatat berada di kisaran 5 hingga 6 miliar euro.

Kondisi ini diperparah dengan krisis kebakaran hutan. Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya pada Juli lampau telah memperingatkan bahwa Prancis menghadapi jumlah kebakaran rimba tertinggi pada musim panas ini sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Krisis Iklim di Benua Biru

Prancis tidak sendirian dalam menghadapi anomali cuaca ini. Benua Eropa secara keseluruhan tengah dilanda salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Selain Prancis, akibat terparah juga dirasakan oleh negara-negara Mediterania lainnya seperti Spanyol, Portugal, Italia, dan Yunani.

Sektor pertanian, energi, dan prasarana dilaporkan menjadi sektor nan paling terdampak secara langsung, selain beban biaya kesehatan masyarakat nan meningkat akibat suhu ekstrem nan melampaui pemisah normal. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-1)

Selengkapnya