Ketika Pagar Menjadi Pesan: Apa yang Sedang Dikomunikasikan Kota kepada Kita?

7 jam yang lalu 3

loading...

Imamul Masyhudi, Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara. Foto/Dok.Pribadi

Imamul Masyhudi
Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara

ADA nan berubah di wajah beberapa pusat perbelanjaan kita dalam beberapa pekan terakhir. Mal nan selama ini tampil terbuka, dengan trotoar, pintu masuk, dan ruang publik nan menyatu dengan bangunan, tiba-tiba dibatasi pagar besi nan tinggi. Di sejumlah mal di Surabaya, pagar itu apalagi mencapai sekitar 2,5 meter. Pemandangan serupa kemudian muncul di Jakarta.

Secara fisik, pagar dibuat untuk membatasi, melindungi, dan mengatur akses. Namun dalam komunikasi visual, sebuah barang tidak selalu berakhir pada kegunaan fisiknya. Pagar juga berbicara. Pertanyaannya, apa nan sedang dikatakannya kepada kita?

Fenomena pagar di sejumlah mal Surabaya sempat ramai di media sosial. Muncul beragam dugaan, mulai dari argumen keamanan hingga kekhawatiran terhadap kemungkinan kerusuhan dan penjarahan pada Agustus.

Pengelola memberikan penjelasan berbeda untuk setiap letak dan membantah bahwa pemasangan pagar secara umum berangkaian dengan krisis ekonomi alias persiapan menghadapi kerusuhan. Karena itu, tidak tepat jika seluruh pagar tersebut langsung dianggap sebagai tanda bahwa pengelola sedang berhati-hati jika terjadi kerusuhan.

Namun, ada persoalan lain nan lebih menarik: pesan nan diterima masyarakat tidak selalu sama dengan apa nan maksud oleh pembuatnya.

Stuart Hall, melalui konsep encoding dan decoding, menjelaskan bahwa pesan nan dibuat komunikator tidak selalu diterima dengan makna nan sama oleh audiens. Pengelola mal mungkin melakukan encoding sederhana, ialah pagar sebagai simbol keamanan, perlindungan pengunjung, dan pengaturan akses.

Tetapi masyarakat memandang pagar dalam konteks nan berbeda. Mereka membawa buletin nan baru dibaca, percakapan di media sosial, pesan WhatsApp, pengalaman masa lalu, dan beragam rumor tentang situasi Agustus. Karena itu, pagar nan sama dapat dibaca sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai tanda bahwa ada sesuatu nan sedang diantisipasi.

Selengkapnya