Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)
KETUA DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Sultan saat membacakan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI berbareng Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Sultan menilai langkah strategis Presiden Prabowo dalam mengembalikan penguasaan negara atas sumber daya alam sesuai petunjuk Pasal 33 UUD 1945 sebagai corak keberanian politik demi menyejahterakan rakyat.
"Transformasi ekonomi nan diusung Presiden Prabowo seumpama mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman, ada rasa perih, apalagi sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak bakal pernah betul-betul sembuh," kata Sultan di hadapan Presiden Prabowo dan ketua lembaga negara.
Sultan menjelaskan bahwa duri tersebut meliputi tingginya ketergantungan pada produk impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, hingga inefisiensi birokrasi. Ia menyoroti sejumlah program strategis pemerintah nan dinilai saling terintegrasi, mulai dari pembentukan Danantara, Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Swasembada Pangan dan Energi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBGl dan penguatan ekonomi akar rumput seperti Koperasi Desa Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih.
"Transformasi ekonomi menuntut keberanian mengambil keputusan nan tidak mudah demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia nan lebih berdaulat, maju, dan berkekuatan saing," ujarnya.
Sultan menambahkan, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo, mimpi untuk mencapai swasembada pangan sekarang telah menjadi kenyataan, diiringi kejelasan arah kemandirian daya dan hilirisasi nasional. Ia menilai langkah nan berpihak pada petani, nelayan, buruh, dan pelaku UMKM tersebut menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia.
"Alhamdulillah, swasembada pangan nan lama menjadi mimpi sekarang menjadi kenyataan. Kemandirian daya menampakkan titik terangnya. Ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen, inflasi terkendali, tax ratio meningkat, serta nomor kemiskinan dan kesenjangan terus ditekan," pungkas Sultan.
(P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·