ketua MPR Ahmad Muzani(tangkapan layar TVR Parlemen)
KETUA MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa keberlanjutan dan kekuatan demokrasi Indonesia di era digital sangat berjuntai pada kebebasan berbincang nan diimbangi dengan rasa tanggung jawab serta etika berpendapat. Hal tersebut disampaikan Muzani saat menyampaikan pidato pembukaan dalam Sidang Tahunan MPR RI berbareng Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
"Demokrasi bakal menjadi kuat jika kebebasan berbincang disertai tanggung jawab; jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi; dan jika perbedaan tidak dijadikan argumen penghinaan," kata Muzani di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ketua lembaga negara, dan personil parlemen.
Muzani memaparkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini di satu sisi telah memperluas ruang partisipasi publik. Setiap penduduk negara sekarang mempunyai akses nan lebih inklusif untuk menyuarakan pendapat, memperoleh informasi, hingga terlibat aktif dalam diskursus kebangsaan.
Namun, di sisi lain, Muzani memberikan catatan mengenai akibat negatif teknologi digital jika tidak disikapi dengan kedewasaan berdemokrasi.
"Teknologi nan sama juga dapat menyebarkan kebencian, fitnah, manipulasi, dan berita bohong (hoaks) dalam kecepatan nan belum pernah kita alami sebelumnya," ujar Politikus Partai Gerindra tersebut.
Oleh lantaran itu, dia membujuk seluruh komponen masyarakat dan pengambil kebijakan untuk terus merawat suasana kerakyatan digital agar tetap sehat, berbasis fakta, serta menjunjung tinggi persatuan bangsa di tengah perbedaan pandangan.
(P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·