Kewarganegaraan Ganda Terbatas Diyakini Percepat Prestasi Hoki ke Olimpiade

1 jam yang lalu 6
Kewarganegaraan Ganda Terbatas Diyakini Percepat Prestasi Hoki ke Olimpiade Ilustrasi(Antara)

PENGURUS Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) memberikan support penuh terhadap usulan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemberlakuan dwi kebangsaan terbatas. Kebijakan ini dinilai menjadi solusi strategis untuk menarik pemain diaspora berbobot tinggi guna memperkuat tim nasional beruntung Indonesia di kancah internasional.

Sekretaris Jenderal PP FHI, Yasser Arafat Suaidy, menyatakan bahwa izin tersebut bakal memberikan untung besar bagi perkembangan bagian olahraga hoki. Saat ini, FHI tengah aktif menjajaki sejumlah pemain keturunan Indonesia nan berkarier di Eropa, khususnya di Belanda, nan dikenal mempunyai tradisi beruntung sangat kuat.

"Pada prinsipnya, jika ada peraturan seperti itu, sangat menguntungkan bagi hoki," ujar Yasser saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/8).

Kendala Pelepasan Kewarganegaraan

Yasser mengungkapkan bahwa salah satu halangan utama dalam menaturalisasi pemain diaspora adalah keengganan mereka untuk melepas kebangsaan asal. Banyak talenta potensial di Belanda merasa berat jika kudu menanggalkan status penduduk negara mereka demi memihak Merah Putih.

"Yang menjadi masalah sekarang, mereka keberatan jika kudu melepas kebangsaan Belandanya," tambahnya. Hal ini sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo nan menilai talenta diaspora tidak semestinya dipaksa memilih antara pekerjaan dunia dan ikatan emosional dengan Indonesia.

Dalam pidato pengantar RUU APBN 2027 di Kompleks Parlemen, Presiden Prabowo mengusulkan perubahan undang-undang untuk membuka dwi kebangsaan secara terbatas bagi talenta istimewa, termasuk atlet, agar dapat memberikan kontribusi luar biasa bagi kepentingan nasional.

Target Level Olimpiade

FHI meyakini bahwa kehadiran pemain keturunan nan berkompetisi di level top Eropa dapat mengakselerasi prestasi Indonesia. Salah satu pemain nan masuk radar FHI apalagi tercatat sebagai personil tim nasional junior Belanda nan mempunyai keahlian teknis luar biasa.

Menurut Yasser, skema dwi kebangsaan terbatas ini bisa menjadi batu loncatan bagi timnas beruntung Indonesia untuk mengejar sasaran jangka panjang, ialah menembus level Olimpiade. "Kalau itu diberlakukan, sangat bagus untuk prestasi. Itu bisa mempercepat prestasi kita menuju level Olimpiade," tegasnya.

Proses Seleksi Pemain Diaspora

Sejauh ini, FHI telah menjajaki empat pemain keturunan dari Belanda dan Jerman. Berdasarkan hasil pemantauan dan uji keahlian (trial), tiga pemain dinilai memenuhi standar kualitas nan dibutuhkan tim nasional, sementara satu kandidat asal Jerman dianggap belum memenuhi kriteria.

Menariknya, terdapat satu pemain putri asal Jerman nan sudah menyatakan kesediaannya untuk melepas kebangsaan demi menjadi WNI. "Kami sudah tes, trial, dan secara kualitas memang bagus," kata Yasser mengenai pemain putri tersebut.

Pemerintah sendiri menekankan bahwa kebijakan dwi kebangsaan terbatas ini nantinya bakal diterapkan secara selektif, terukur, dan tetap mempertimbangkan aspek keamanan serta kepentingan nasional melalui persyaratan nan ketat. (Ant/I-1)

Selengkapnya