Kinerja BUMN Tumbuh Positif, Danantara Perkuat Transformasi di Pemerintahan Prabowo

1 jam yang lalu 3
Kinerja BUMN Tumbuh Positif, Danantara Perkuat Transformasi di Pemerintahan Prabowo Ilustrasi(Dok Setpres)

KINERJA positif sejumlah BUMN sepanjang semester pertama tahun ini menjadi salah satu prestasi nan paling disorot dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program konsolidasi dan transformasi BUMN nan dijalankan Danantara sejak awal pembentukannya mulai menunjukkan hasil nan konkret. Hal ini tercermin dari lonjakan untung bersih di nyaris seluruh sektor strategis BUMM.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto mengatakan keahlian positif terlihat pada BUMN papan atas nan menunjukkan keahlian stabil. 

"Menurut saya keahlian solid tetap ditunjukan BUMN blue chips nan sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan keuntungan total BUMN. Misal keahlian Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Toto, keahlian BUMN di bawah Danantara tetap sangat berpotensi semakin meroket. Ini seiring langkah streamlining BUMN nan mendorong efisiensi jumlah perusahaan negara bakal semakin efektif dan efisien. Toto menilai perbaikan keahlian BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining alias penataan dan konsolidasi perusahaan negara.

"Harapan saya agar proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan keahlian bisa lebih sigap dilaksanakan," lanjut Toto.

Lonjakan Laba Tertinggi

PT Timah memimpin daftar dengan pertumbuhan untung paling tajam. Perusahaan tambang ini mencatatkan untung sebesar Rp2,71 triliun, melonjak 804,7% dibandingkan Semester I 2025 nan sebesar Rp300 miliar. Di posisi kedua, PT Pupuk Indonesia membukukan untung Rp8,51 triliun, naik 253% dari sebelumnya Rp2,41 triliun.

Sektor industri dasar dan perkebunan juga menunjukkan performa impresif:

  • PT Semen Indonesia: Laba naik 196,5% menjadi Rp193,46 miliar.
  • PT Agrinas Palma Nusantara: Mencatatkan kenaikan 150% dengan untung Rp890 miliar.
  • PTPN IV PalmCo: Tumbuh 54% dengan perolehan untung Rp3,23 triliun.

Kinerja Sektor Keuangan dan Logistik

Lembaga finansial BUMN tetap menjadi penopang utama profitabilitas negara. Bank Mandiri mencatatkan untung bersih terbesar secara nominal mencapai Rp30,41 triliun (naik 24,3%). Sementara itu, PT Pegadaian menunjukkan efisiensi tinggi dengan kenaikan untung 84,6% menjadi Rp6,59 triliun.

Nama BUMN Laba S1 2025 Laba S1 2026 Pertumbuhan
PT Pelindo Rp1,60 Triliun Rp2,57 Triliun 60,4%
BTN Rp1,70 Triliun Rp2,40 Triliun 40,8%
Pertamina Geothermal US$ 68,93 Juta US$ 79,61 Juta 15,5%

Tren Pemulihan: Berbalik Laba (Turnaround)

Kabar positif juga datang dari entitas nan sebelumnya mengalami kerugian. PT Krakatau Steel sukses melakukan turnaround dengan mencetak untung di kisaran Rp150–185 miliar, setelah pada periode nan sama tahun lampau merugi hingga Rp1,74 triliun. Langkah serupa diikuti oleh PT Kimia Farma nan sekarang membukukan untung Rp54,07 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp135,61 miliar pada Semester I 2025. (RO/E-4)

Selengkapnya