Kiper Baru Vietnam Ogah Kepikiran Mitchell Baker

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga laga sudah dilewati Patrik Le Giang di bawah mistar Vietnam tanpa kebobolan sebelum bertemu Mitchell Baker dan Timnas Indonesia.

Le Giang adalah kiper naturalisasi milik Golden Star Warriors. Sempat memperkuat timnas Slovakia di level golongan umur, laki-laki 33 tahun itu kemudian dinaturalisasi lewat jalur keturunan.

Debut Le Giang memihak Vietnam terjadi pada laga uji tanding melawan Myanmar 14 Juli alias sebelum Piala AFF. Setelah turut mengantar Vietnam menang 4-0 dalam laga tersebut, Le Giang mendapat kesempatan menjadi kiper utama ketika Vietnam menjalani dua laga di Piala AFF 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya kiper nan pernah bermain di liga Slovakia dan Ceko itu tidak jua kebobolan. Timor Leste dan Singapura tak kuasa menembus gawang Vietnam.

Kini Le Giang bakal menghadapi tantangan melawan Timnas Indonesia. Mitchell adalah salah satu sosok di kembali tantangan dari skuad Merah Putih. Le Giang mengerti ada Mitchell di kubu tuan rumah, tetapi enggan memandangnya sebagai ancaman tunggal.

"Mengenai Mitchell Baker, kami tidak berfokus pada perseorangan tertentu dari tim lawan, tetapi konsentrasi pada tim Indonesia secara keseluruhan. Seluruh tim telah melakukan persiapan dengan matang dan siap menghadapi pertandingan besok [hari ini]," ujar Le Giang dalam konvensi pers sebelum pertandingan.

Le Giang pun berambisi bisa tampil maksimal dan dapat membantu Vietnam meraih kemenangan untuk menjaga kesempatan mempertahankan gelar pada arena level regional.

"Pertandingan besok sangat krusial bagi kami untuk lolos ke babak berikutnya. Jelas, kami kudu memenangkan pertandingan ini. Meskipun bermain di kandang musuh mempunyai sejumlah tantangan mengenai kondisi cuaca maupun lapangan, kami tetap kudu menunjukkan ketangguhan dan tekad maksimal untuk meraih kemenangan."

"Bagi saya, setiap pertandingan dengan mengenakan jersey Timnas adalah pertandingan besar. Mengenakan seragam nan mewakili negara merupakan kehormatan terbesar bagi seorang pemain sepak bola. Saya tidak merasakan adanya perbedaan ataupun tekanan nan lebih besar antara satu pertandingan dengan pertandingan lainnya. Target saya selalu memberikan keahlian terbaik, memberikan kebahagiaan kepada para suporter, dan membikin negara saya bangga," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva/sry)

Selengkapnya