ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Asisten pembimbing Timnas Prancis, Guy Stephan, mengungkapkan bahwa kemenangan telak 4-1 atas Norwegia pada Sabtu (27/6) awal hari WIB merupakan persembahan unik dari para pemain untuk sang pembimbing utama, Didier Deschamps, nan tengah bersungkawa atas wafatnya sang ibunda.
Deschamps terpaksa tidakhadir mendampingi tim dan kudu pulang ke Prancis untuk menghadiri upacara pemakaman ibunya. Kendali strategi di pinggir lapangan untuk sementara diserahkan kepada Stephan.
Tanpa kehadiran sang pembimbing kepala, Les Bleus tetap tampil menggila. Penyerang Ousmane Dembele sukses memborong hat-trick di babak pertama, sebelum sundulan Desire Doue di masa injury time melengkapi pesta gol Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja seluruh pikiran kami saat ini tertuju pada Didier. Saya bakal meneleponnya nanti. Kami semua sangat senang lantaran dia bakal segera kembali berbareng tim. Dia sudah bakal memimpin sesi latihan besok sore," ujar Stephan kepada wartawan seusai laga, seperti dilansir situs FIFA.
Meskipun Prancis dan Norwegia sudah sama-sama dipastikan lolos sebelum laga dimulai, armada Prancis tetap tampil ngotot demi mengamankan status juara grup guna menghindari agenda perjalanan babak gugur nan lebih padat.
"Semua pemain melakukan apa nan kudu mereka lakukan," kata Stephan. "Mengingat hubungan mereka nan sangat dekat dengan Didier, para pemain mau menunjukkan sesuatu nan spesial hari ini di atas lapangan," tambah dia.
Kendati menang besar atas Norwegia, sosok nan menjadi asisten Deschamps sejak di Olympique Marseille pada 2009 hingga ke tim nasional Prancis ini mengaku belum sepenuhnya puas.
Ia menyoroti kelengahan lini pertahanannya nan sempat beberapa kali memberikan ruang bagi Norwegia, padahal musuh tampil tanpa skuad utama lantaran sengaja dirotasi oleh pembimbing Stale Solbakken.
"Jika mau memandang dari sisi perfeksionis, perihal nan kurang saya sukai adalah ada momen ketika situasi terasa mudah, para pemain mulai malas berlari. Akibatnya, kami justru memberikan kesempatan kepada lawan," kritik Stephan.
"Ini adalah perihal nan kudu kami benahi lantaran musuh di depan bakal semakin tangguh. Saya tidak mengatakan Norwegia bukan tim nan bagus, tetapi hari ini mereka memang tidak turun dengan skuad terbaiknya," pungkasnya.
(wiw/abs)
Add
as a preferred source on Google

1 hari yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·