Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai arah pembangunan nan disiapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk 2027 semakin jelas dan memberikan angan baru bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan pandangannya terhadap substansi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, meski dirinya tidak dapat datang langsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tanah Air.
"Saya menilai bahwa berbincang tahun 2027 dan sekaligus menandai berlakunya APBN untuk tahun 2027, saya memandang bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan nan bakal dijalankan pemerintah di tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas dan memberikan angan baru bagi kita semuanya," kata SBY dalam unggahan di kanal YouTube Susilo Bambang Yudhoyono, dikutip Senin (17/8/2026).
Menurut SBY, pemerintah tetap menghadapi tantangan nan cukup besar, baik nan berasal dari dalam negeri maupun aspek internasional. Namun, agenda nan dirancang pemerintah dinilai sudah sesuai dengan kebutuhan dan angan masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan hingga pembangunan infrastruktur.
SBY juga menyoroti sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6% nan dinilainya cukup tinggi dan ambisius. Meski demikian, dia menilai sasaran tersebut bukan sesuatu nan mustahil untuk dicapai.
Ia kemudian menyinggung pengalamannya saat memimpin Indonesia selama 10 tahun. Menurut SBY, pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 6% pada masa pemerintahannya memberikan akibat positif terhadap beragam parameter ekonomi dan sosial.
"Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6% memang alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per capita meningkat secara tajam," tuturnya.
Karena itu, SBY menilai jika pemerintah kembali bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6%, dampaknya bakal positif bagi masyarakat.
Namun, dia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga kesehatan fiskal dan memastikan penerapan kebijakan melangkah dengan baik.
"Yang krusial do your best pemimpin dan pemerintahan kita agar nan disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," ujar SBY.
Ia pun menutup pesannya dengan membujuk seluruh komponen bangsa menjalankan tanggung jawab sejarah dan moral untuk membawa Indonesia menjadi negara nan semakin maju, setara dan sejahtera.
"Selamat hari kemerdekaan kita dan kita semua punya tanggung jawab sejarah, tanggung jawab moral untuk memastikan bangsa kita, negara kita makin ke depan makin baik, makin maju, makin adil, dan makin sejahtera," pungkasnya.
SBY juga menyampaikan permintaan maaf lantaran tidak dapat merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tanah Air pada 17 Agustus 2026. Ia juga tidak dapat menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo maupun mengikuti rangkaian peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka," ujar SBY.
SBY menjelaskan, dirinya saat ini berada di Rochester, Amerika Serikat, untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan alias medical check-up di Mayo Clinic. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berjalan hingga akhir Agustus 2026 dan SBY berambisi dapat kembali ke Indonesia pada September mendatang.
Menurut SBY, pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari rekomendasi tim master kepresidenan nan selama ini menangani kesehatannya.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

53 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·