Komisi I DPR Dukung Komunikasi RI dengan Negara-negara Tetangga Diperkuat

1 jam yang lalu 2
Komisi I DPR Dukung Komunikasi RI dengan Negara-negara Tetangga Diperkuat Ilustrasi(Dok. )

WAKIL Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dave Laksono mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada negara tetangga nan melayangkan nota protes resmi mengenai akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Pernyataan ini merespons kekhawatiran mengenai potensi ketegangan diplomatik akibat kabut asap lintas pemisah nan kerap menjadi rumor sensitif di area Asia Tenggara. Dave menyebut bahwa komunikasi dengan negara-negara personil ASEAN tetap terjaga.

“Sejauh info nan saya terima, belum ada konfirmasi mengenai adanya nota protes resmi dari Malaysia maupun Singapura kepada Indonesia,” ujar Dave Laksono di Jakarta, Sabtu (22/8).

Meski belum ada protes resmi, Dave menekankan bahwa pemerintah tidak boleh lengah. Ia meminta penguatan upaya pencegahan dan penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu untuk menghindari eskalasi menjadi persoalan lintas pemisah (cross-border issue).

Beberapa poin utama nan ditekankan Dave Laksono meliputi:

  • Deteksi Dini dan Pemadaman: Memperkuat operasi udara dan darat di titik panas (hotspot).
  • Pengawasan Lahan: Memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.
  • Penegakan Hukum: Menindak tegas pihak-masing nan terbukti memicu kebakaran.
  • Koordinasi Pusat-Daerah: Memastikan sinergi di wilayah dengan potensi karhutla tinggi.

“Dengan komunikasi nan baik, kita dapat memastikan persoalan ini ditangani secara proporsional dan tidak berkembang menjadi persoalan diplomatik,” tambahnya.

Sorotan Ketua DPR dan Respons Kemlu

Sebelumnya, pada Jumat (21/8), Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan catatan kritis mengenai akibat kabut asap di Kalimantan nan dilaporkan telah menyebabkan ratusan sekolah di Malaysia diliburkan. Puan mengingatkan pemerintah agar bergerak sigap sebelum negara sahabat melayangkan keberatan resmi.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Juru Bicara Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan bahwa pemerintah terus memanfaatkan sistem ASEAN nan ada untuk menanggulangi akibat karhutla secara regional.

Pihak Status/Tindakan
Komisi I DPR Mengonfirmasi belum ada nota protes resmi dari Malaysia/Singapura.
Ketua DPR RI Menyoroti sekolah di Malaysia nan libur akibat asap Kalimantan.
Kemlu RI Koordinasi aktif melalui sistem ASEAN sejak 13 Agustus.
Singapura Meminta penduduk waspada terhadap akibat kabut asap.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penambahan empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Keputusan ini diambil guna merespons eskalasi kebakaran nan memerlukan penanganan sigap dari udara.

"Kita tambahin empat (helikopter water bombing)," ujar Presiden Prabowo saat memimpin rapat koordinasi di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8).

Selengkapnya