Komunitas Agama Unjuk Rasa Tuntut Solusi Krisis Migran Ceuta

7 jam yang lalu 8
Komunitas Agama Unjuk Rasa Tuntut Solusi Krisis Migran Ceuta Warga menerobos perbatasan di Ceuta Spanyol.(JORGE GUERRERO / AFP)

RIBUAN penduduk menggelar tindakan unjuk rasa di kota otonom Ceuta, Spanyol, untuk menuntut penanganan konkret atas lonjakan krisis migran di wilayah nan berbatasan langsung dengan Maroko tersebut. Aksi unjuk rasa ini diinisiasi secara berbareng oleh empat organisasi kepercayaan utama setempat, ialah Kristen, Muslim, Yahudi, dan Hindu.

Dilaporkan stasiun radio Spanyol Cadena SER, demonstrasi lintas ketaatan tersebut berjalan kondusif pada Minggu malam. Penyelenggara menyatakan tindakan tersebut diikuti hingga 10.000 peserta, sementara pihak kepolisian setempat memperkirakan jumlah demonstran mencapai 5.000 orang.

Para demonstran mendesak Pemerintah Pusat Spanyol di Madrid untuk lebih aktif dan tegas dalam menyelesaikan krisis. Mereka menuntut penambahan personel Kepolisian Nasional dan Garda Sipil (Guardia Civil), pengetatan pengamanan perbatasan darat dengan Maroko, serta percepatan langkah-langkah penanganan migran nan menumpuk di Ceuta.

Krisis di wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara ini memuncak sejak akhir Juli lalu, saat gelombang kehadiran migran tak terdokumentasi menembus tembok perbatasan. Dalam rentang waktu satu hari, sekitar 60.000 orang dilaporkan menyeberang ke Ceuta, nomor nan terbilang sangat masif bagi kota berpendapatan terbatas dengan populasi sekitar 85.000 jiwa tersebut.

Lompatan nomor migrasi nan ekstrem ini memicu reaksi keras di tingkat internasional. Sejumlah negara personil Uni Eropa (UE), termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol dari Kawasan Schengen. Negara-negara tersebut menilai Madrid kandas mengamankan perbatasan luar Eropa dari arus migrasi terlarangan nan tak terkendali.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)

Selengkapnya