Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menyebut kondisi geopolitik nan terjadi membawa akibat positif bagi sektor info center alias pusat data. Kondisi tersebut mengundang penanammodal dunia masuk ke Indonesia.
"Salah satu member kami DAMAC Digital nan tadinya hanya mau bangun 120 MW sekarang mau bangun 2GW, apalagi kita dengar juga kata bahwa UAE mau membikin info center di Indonesia," ungkap dia dalam peluncuran hasil riset "The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks", Kamis (20/8/2026).
Diketahui, sejak Agustus 2025 DAMAC sudah mulai proses groundbreaking info center nya di Jakarta dengan nilai investasi US$ 150 juta. Proses tahap akhir penyelesaian prasarana alias topping off pusat info nan dinamai JKT01 - Jakarta Central pada tahun ini.
Kondisi lainnya nan membawa akibat positif adalah larangan Amerika Serikat mengekspor chip Nvidia H200 ke China dengan tujuan demi melindungi posisi dominan dan kelebihan teknologi AS.
"Jadi apa nan dilakukan adalah banyak sekali AI server itu dibeli di Singapura alias di Hongkong, diurusnya di Indonesia, dipergunakan untuk kepentingan perusahaan-perusahaan di China," jelas Hendra.
Dalam konteks investasi, lanjut dia, diperlukan 1 megawatt untuk membangun 3 info center dan memerlukan US$ 10 juta hingga US$ 11 juta. Ini berfaedah untuk membangun 3 info center, diperlukan lebih dari US$ 1 miliar.
Menurut Hendra saat ini IDPRO tengah menyusun kajian ilmiah mengenai akibat investasi info center terhadap potensi pertumbuhan produk domestik bruto.
"Artinya jika kita bisa reach 1,7GW. Akhir tahun ini mudah-mudahan. Hanya dari 1GW saja PLN bisa mendapatkan pendapatan Rp 1,7 triliun per bulan," tutur Hendra.
Dalam kesempatan nan sama, Head of Research PT Bank DBS Indonesia William Simadiputra menjelaskan info center menjadi salah satu potensi program sustainability di Indonesia. Sektor ini merupakan bagian dari industri teknologi, media, dan telekomunikasi (TMP).
"Dulu kita selalu memandang TMP is always about connectivity, gimana kita mengembangkan BTS, mengembangkan penetrasi seluler ke daerah-daerah non-java region. But the opportunity right now among the TMP company adalah the green info center," kata dia.
William menyebut penggunaan AI secara masif saat sini mengakibatkan terjadinya kelangkaan memori chip. Data center pun menjadi platform requirement untuk mengarahkan alias mengakselerasi AI penetrasi di Indonesia.
"Data center menjadi sesuatu platform requirement untuk mengarahkan alias mengakselerasi AI penetration di Indonesia, nan mengandung kelebihan kandungan lokal dan lebih relevan terhadap masyarakat Indonesia," ungkap dia.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

12 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·