Konsumsi LPG 3 Kg Tembus 5 Juta Ton Sampai Juli, 63% dari Kuota 2026

1 hari yang lalu 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) jenis tabung 3 kilogram (kg) alias subsidi sudah terpakai 5,05 juta ton hingga Juli 2026.

Sebagaimana diketahui, prognosa konsumsi LPG 3 kg di tahun ini ditetapkan mencapai 8,6 juta ton. Artinya, konsumsi LPG 3 kg sudah tembus 63%.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, bahwa kuota LPG khususnya LPG subsidi memang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Kalau kita perhatikan di sini memang secara umum konsumsi LPG kita itu dari tahun ke tahun terus meningkat. Nah memang upaya-upaya sudah dilakukan gimana untuk bisa mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi LPG ini," terang Laode dalam Rapat Dengar Pendapatan (RDP) berbareng Komisi XII DPR, Rabu (26/8/2026).

Laode mengakui bahwa pengedaran LPG 3 Kg tetap berkarakter terbuka atau, sampai hari ini LPG melon itu tetap bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat.

Maka dari itu, pemerintah dan juga PT Pertamina (Persero) bakal melakukan transformasi pengaturan pemakai LPG 3 Kg itu.

"Untuk pendistribusian LPG 3 kg ini Sejak 1 Maret 2023 nan mana pada tahap 1 waktu itu pendataan pengguna LPG tabung 3 kg ke dalam sistem berbasis web. nan sekarang sudah dilaksanakan Lalu nan kedua juga adalah pemadanan info dan pesasaran pengguna LPG tertentu," ungkap Laode.

Beberapa waktu nan lalu, Pertamina berbareng Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan MoU untuk memvalidasi info penerima LPG 3 kg. "Semua data-data bakal dilakukan penguatan-penguatan sebelum kelak kita lakukan pengaturan kepada kelas-kelas masyarakat nan memanfaatkan LPG 3 kg tersebut," tutup Laode.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya