ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan striker tim nasional Inggris, Wayne Rooney, melontarkan kajian tajam mengenai internal Timnas Portugal usai tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Rooney menilai para penggawa Selecao das Quinas tidak menikmati atmosfer bermain berbareng sang kapten, Cristiano Ronaldo.
Portugal dipastikan angkat koper dari Piala Dunia 2026 setelah ditumbangkan Spanyol, dengan skor tipis 0-1 pada laga babak 16 besar, Senin (6/7) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan ini langsung membikin Ronaldo dihujani kritik tajam. Penyerang berumur 41 tahun tersebut dinilai tampil jauh di bawah performa terbaiknya dan kehilangan kecepatan saat berhadapan dengan barisan pertahanan ketat La Furia Roja.
Meski hanya mencatatkan 19 kali sentuhan bola dan melepaskan tiga tembakan sepanjang laga kontra Spanyol, Ronaldo tetap bermain penuh selama 90 menit.
Keputusan ini dipertanyakan lantaran Goncalo Ramos, nan menjadi pahlawan kemenangan Portugal di babak 32 besar kontra Kroasia, justru hanya duduk manis di bangku cadangan.
Rooney kemudian membandingkan situasi Ronaldo di Portugal dengan bintang veteran Argentina, Lionel Messi, nan justru tampil meledak-ledak dan disayangi oleh rekan-rekan setimnya di Argentina.
"Publik bakal selalu menyandingkan Ronaldo dan Messi lantaran mereka adalah dua pemain terbaik nan pernah ada dalam sejarah sepak bola," ujar Rooney, seperti dilansir ESPN.
"Namun, para pemain Argentina terlihat sangat tulus bermain demi membantu Messi. Mereka semua berdiri kokoh di belakangnya, dan Messi pun tampil sangat dahsyat di Piala Dunia kali ini. Sebaliknya, saya sama sekali tidak merasakan getaran aura positif itu dari para pemain Portugal kepada Ronaldo," tutur pemain nan pernah setim dengan Ronaldo di Manchester United ini.
Kekecewaan publik Portugal terasa kian berlipat dobel mengingat mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan komposisi skuad terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Sebut saja barisan bintang seperti Nuno Mendes, Joao Neves, dan Vitinha nan menjadi pilar utama keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim lalu.
Belum lagi sang jenderal lapangan tengah, Bruno Fernandes, nan baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier League musim ini. Namun, kemewahan skuad tersebut kandas diramu menjadi tim nan solid.
Ronaldo sendiri menyudahi turnamen dengan torehan tiga gol, dua gol ke gawang Uzbekistan di fase grup dan satu eksekusi penalti kontra Kroasia. Ia pun mengonfirmasi bahwa arena ini resmi menjadi panggung Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
"Saya sedih kudu meninggalkan Piala Dunia dengan langkah seperti ini," kata Ronaldo lesu pascalaga. "Seperti nan saya katakan kemarin, saya sudah memberikan segalanya dan saya pergi dengan hati nan tenang. Itulah kehidupan seorang pesepak bola. Anda kudu terus melangkah ke depan," sambungnya.
"Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, ya. Namun untuk urusan sisa pekerjaan internasional lainnya, tetap ada waktu untuk berpikir bening berbareng family saya, dan saya tidak mau berbincang banyak saat emosi sedang meluap-luap."
Menyusul kegagalan tragis di babak 16 besar tersebut, Pelatih Portugal, Roberto Martinez, juga telah mengonfirmasi secara resmi mundur dari jabatannya.
(wiw/abs)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·