Ketua KPK Setyo Budiyanto( ANTARA FOTO/Bayu Pratama)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) nan dilakukan di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Jawa Tengah, pada Kamis (20/8). KPK menyebut tidak hanya ketua universitas nan menjadi pihak nan didalami dalam operasi tersebut.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan penyelidik tetap mendalami keterlibatan sejumlah pihak lain dalam aktivitas tersebut. Namun, dia belum dapat memberikan info lebih rinci lantaran proses penyelidikan tetap berlangsung.
“Bukan hanya Warek (Wakil Rektor), ada oknum lainnya nan sedang didalami oleh penyelidik,” ujar Setyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (21/8).
Setyo mengatakan tim penyelidik KPK tetap bekerja untuk mengungkap dugaan perkara nan menjadi dasar OTT tersebut. Karena itu, KPK belum menyampaikan secara perincian mengenai identitas maupun peran masing-masing pihak nan diamankan.
Informasi nan diperoleh dari internal KPK menyebut sedikitnya lima orang terjaring dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari dua ketua Unsoed, ialah Wakil Rektor I Bidang Akademik berinisial NF dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni berinisial NAP.
Selain itu, terdapat dua pihak eksternal berinisial AW dan M serta seorang staf wakil rektor nan turut diamankan. Sumber tersebut menyebut perkara nan tengah diusut berangkaian dengan proses penerimaan mahasiswa melalui jalur berdikari Fakultas Kedokteran Unsoed.
“Terkait penerimaan jalur berdikari kedokteran,” ujar sumber tersebut saat dikonfirmasi mengenai perkara nan sedang diusut, Jumat (21/8).
Seperti diketahui dalam perkembangannya, KPK membawa sejumlah pihak dari Banyumas ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan di gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas. Pemeriksaan berjalan sekitar 11 jam sejak Kamis siang hingga malam.
Salah satu pihak nan dibawa ke Jakarta adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof Norman Arie Prayoga.
Selain Norman, terdapat Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsoed Prof Noor Farid serta Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed Eko Sumanto. Dari pihak eksternal kampus, KPK turut memeriksa Adhi Wiharto, Dian Mulia Wardhana namalain Kating, dan Mulyono namalain Nono.
Rombongan KPK diketahui meninggalkan gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas sekitar pukul 22.45 WIB. Sejumlah tas nan diduga berisi arsip turut dibawa dalam rombongan tersebut.
Sementara itu, pada waktu nan nyaris bersamaan, KPK juga melakukan OTT di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejumlah kepala dinas disebut turut terjaring dalam operasi tersebut.
Akan tetapi, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai perincian perkara maupun pihak-pihak nan diamankan dalam operasi di Bogor.
Untuk OTT di Unsoed, KPK juga tetap mempunyai waktu untuk menentukan status norma para pihak nan diamankan setelah pemeriksaan awal.
KPK dijadwalkan menyampaikan perkembangan perkara tersebut setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan selesai. (Dev/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·