Gedung Rektorat Unsoed.(MI/Lilik Darmawan)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) nan diduga melibatkan rektor dan wakil rektor kampus tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, penyegelan dilakukan di lantai tiga Gedung Rektorat, nan merupakan area ketua universitas. Meski demikian, Wakil Rektor I Unsoed, Noor Farid, nan sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan, dilaporkan tidak dibawa ke Jakarta oleh tim penyidik.
Juru Bicara Unsoed, Edi Santoso, mengonfirmasi penyegelan tersebut. Namun, dia menyatakan bahwa pihak universitas belum menerima penjelasan resmi dari KPK mengenai perincian perkara maupun status norma pihak-pihak nan diamankan.
"Kami belum mendapatkan info resmi dari KPK mengenai kasusnya maupun status norma pihak-pihak nan diamankan. Pada prinsipnya, kami menghormati proses norma nan sedang berjalan," ujar Edi saat ditemui di laman Gedung Rektorat Unsoed, Jumat (21/8).
Kampus Tunggu Keterangan Resmi
Edi menjelaskan bahwa pihak universitas memilih untuk tidak memperkirakan mengenai latar belakang kasus nan memicu OTT tersebut. Hingga saat ini, manajemen kampus tetap menunggu pernyataan resmi dari lembaga antirasuah untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Ini menyangkut kasus apa, kemudian pihak-pihak alias orang-orang mengenai status hukumnya seperti apa, kami belum mendapatkan info lantaran dari KPK sendiri belum memberikan pernyataan resmi," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Unsoed berkomitmen untuk kooperatif dan menghormati seluruh tahapan norma nan dilakukan oleh KPK. "Jadi kami tidak tahu-menahu. Namun, apa pun itu, dengan proses nan sudah berjalan, tentu kami bakal menghormati semua proses hukumnya," tegas Edi.
Ruang Pimpinan Disegel
Terkait kondisi bentuk di Gedung Rektorat, Edi membenarkan bahwa akses ke sejumlah ruangan ketua ditutup dengan segel KPK. Informasi nan dihimpun dari pegawai internal menyebut bahwa ruang kerja Rektor dan empat ruang Wakil Rektor turut menjadi objek penyegelan.
"Ruangan rektor dan wakil rektor, iya semuanya. Informasinya seperti itu, tetapi saya belum melakukan pengecekan sampai ke atas (lantai tiga)," ungkapnya.
Di tengah ketidakpastian status norma sejumlah pimpinan, Edi memastikan bahwa Wakil Rektor I, Noor Farid, saat ini tetap berada di lingkungan kampus Unsoed. “Saya tadi tetap berjumpa (dengan Noor Farid),” pungkasnya. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·