KSP Sebut Ada Pihak Manfaatkan Hari Damai Aceh

1 jam yang lalu 3
KSP Sebut Ada Pihak Manfaatkan Hari Damai Aceh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman(ANTARA/Ilham Nugraha)

KEPALA Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai kericuhan nan mewarnai peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh hanya dilakukan oleh segelintir pihak. Ia menegaskan kejadian tersebut tidak mencerminkan sikap masyarakat Aceh secara keseluruhan.

"Kalau menurut saya itu hanya oknum-oknum saja. Rakyat Aceh itu NKRI," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip dari Antara, Senin (17/8).

Dudung menduga ada pihak tertentu nan sengaja memanfaatkan momentum peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus untuk memicu situasi tidak kondusif.

"Dan itu memanfaatkan situasi, memang tanggal 15 Agustus itu kan hari perdamaian ya, hanya ada pihak-pihak tertentu nan memanfaatkan. Itu hanya segelintir saja," katanya.

Ia memastikan kondisi keamanan di Bumi Serambi Mekkah sekarang sudah sepenuhnya terkendali setelah sempat memanas di area Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Situasi dipastikan tidak berjalan lama.

"Kondusif sudah. Kan tidak lama terus kemudian Merah Putih berkibar lagi," tegas Dudung.

Kericuhan sebelumnya meletus saat rangkaian zikir dan angan berbareng memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8). Insiden dipicu oleh tindakan sejumlah massa nan mengibarkan Bendera Bulan Bintang, bendera nan identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Gesekan tak terhindarkan ketika abdi negara keamanan menertibkan pengibaran bendera tersebut.

Polda Aceh menyatakan telah memproses penyelidikan mengenai kericuhan itu, meski belum merinci bangunan perkara maupun dugaan tindak pidana nan diselidiki. Sementara itu, Pemerintah Aceh berbareng Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sepakat berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk meminta kepastian norma mengenai status Bendera Bulan Bintang.

(Ant/P-4)

Selengkapnya