Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya Akibat Karhutla Riau, Kasus ISPA Meningkat

1 jam yang lalu 2
Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya Akibat Karhutla Riau, Kasus ISPA Meningkat Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau akibat karhutla pada Selasa (25/8).(MI/Rudi Kurniawansyah)

KUALITAS udara di Kota Pekanbaru, Riau, dilaporkan tetap memperkuat pada level "Berbahaya" akibat kepungan kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan (Karhutla). Berdasarkan info diagram riwayat konsentrasi polusi udara Particulate Matter (PM2.5) pada situs resmi BMKG, kondisi memprihatinkan ini terpantau sejak Senin (24/8) malam hingga Selasa (25/8) pukul 06.00 WIB.

Data menunjukkan konsentrasi polusi berada pada rentang nan sangat tinggi, ialah berkisar antara 508.8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) hingga 328.9 µg/m³ pada pagi hari ini. Kondisi ini membikin suasana kota tampak mencekam dengan jarak pandang nan terbatas dan aroma asap nan menyengat.

“Pekanbaru sangat mengerikan. Suasananya mencekam sekali penuh dengan kabut asap tebal dari Karhutla. Kita terasa tercekik susah bernafas lantaran semua, baik di dalam maupun di luar ruangan, sudah aroma asap," ujar Yola, salah seorang penduduk Pekanbaru, Selasa (25/8).

Imbauan Dinas Kesehatan

Merespons kondisi udara nan kian memburuk, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat guna mengantisipasi akibat jelek bagi kesehatan. Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, menekankan pentingnya mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Pertama, kami mengimbau penduduk agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang aktivitas tersebut tidak dapat ditinggalkan, penduduk diimbau wajib memakai masker," kata Deddy.

Selain penggunaan masker, penduduk juga diminta untuk meningkatkan konsumsi air putih guna menjaga kebugaran tubuh dan segera mendatangi akomodasi kesehatan jika merasakan keluhan. Saat ini, terdapat 21 Puskesmas nan tersebar di 15 kecamatan di Pekanbaru nan siap melayani penduduk selama 24 jam.

Lonjakan Kasus ISPA

Dampak jelek kabut asap mulai terlihat dari meningkatnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, mengungkapkan bahwa dalam tiga minggu terakhir di bulan Agustus 2026, tercatat ada 376 kasus ISPA.

Berikut adalah rincian info kasus ISPA nan ditangani oleh jasa kesehatan di Kota Pekanbaru:

Periode Kategori ISPA Jumlah Kasus
Agustus 2026 (3 Minggu Terakhir) Non-Pneumonia (Batuk, Pilek, Radang) 367 kasus
Pneumonia 9 kasus
Juli 2026 (Total) Non-Pneumonia 5.305 kasus
Pneumonia 20 kasus

Edi menjelaskan bahwa kebanyakan pasien mengalami indikasi non-pneumonia seperti batuk, pilek, hingga radang tenggorokan. Meskipun nomor di bulan Agustus tetap di bawah total kasus bulan Juli nan mencapai 5.325 kasus, pemerintah tetap meminta penduduk waspada mengingat kualitas udara nan saat ini berada pada level berbahaya. (Z-1)

Selengkapnya