Anak penjual bubur sukses menjadi lulusan terbaik Prodi KPI UIN Walisongo Semarang.(Dok. MI)
MENYELESAIKAN kuliah tepat waktu sudah menjadi pencapaian besar bagi Rima. Berasal dari family sederhana, dia apalagi sempat menganggap bisa mengenyam pendidikan tinggi sebagai sebuah angan-angan.
Perjalanan itu kemudian membawanya pada pencapaian nan tidak pernah dia targetkan. Rima menjadi lulusan terbaik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah.
“Saya tidak menyangka. Menjadi wisudawan terbaik ini saya anggap sebagai bingkisan dan bingkisan dari Allah atas perjalanan panjang nan saya jalani,” kata Rima dilanasir dari Antara, Sabtu (22/8.
Bagi Rima, predikat wisudawan terbaik bukan tujuan utama sejak awal. Ia hanya mau dapat menyelesaikan pendidikan dan lulus tepat waktu.
Selama menjalani perkuliahan, aktivitas Rima tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik. Ia juga menjadi pekerja lepas dan mengikuti aktivitas organisasi.
Di tengah perjalanan tersebut, salah satu tantangan terberat datang ketika ayahnya, Amirudin, mengalami sakit.
Sementara itu, sang ibu, Saryuni, nan merupakan ibu rumah tangga, terus memberikan doa, motivasi, dan support kepadanya.
Kondisi itu justru menjadi sumber kekuatan bagi Rima untuk terus melanjutkan pendidikan hingga selesai.
“Kalau mereka terus berjuang untuk saya, saya juga tidak boleh menyerah terhadap perjuangan nan sudah saya mulai,” tuturnya.
Meneliti strategi komunikasi pesantren
Rima menyelesaikan studinya dengan skripsi berjudul “Strategi Komunikasi Kehumasan Pondok Pesantren Sabilul Huda Kabupaten Brebes dalam Meningkatkan Citra Positif sebagai Lembaga Pendidikan Islam nan Terpercaya.”
Dalam penelitian tersebut, dia mengkaji strategi komunikasi dan kehumasan nan dilakukan lembaga pendidikan Islam dalam membangun gambaran positif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Rima berambisi penelitian itu tidak sekadar menjadi syarat untuk memperoleh gelar sarjana.
Ia mau hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam dalam membangun serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Rima mau terus mengembangkan diri dan mengaplikasikan pengetahuan nan telah diperolehnya selama kuliah, terutama di bagian komunikasi dan kehumasan.
Predikat lulusan terbaik pun menjadi capaian nan sebelumnya tidak pernah dia bayangkan. Bagi Rima, pencapaian itu menjadi bingkisan dari perjalanan panjang nan telah dilaluinya untuk menyelesaikan pendidikan. (Ant/Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·