Utusan unik AS Jared Kushner berjumpa Presiden Israeli Isaac Herzog(X/@IsaacHerzog)
UTUSAN unik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, menyatakan kemajuan nyata dalam upaya mendorong Hamas menyerahkan senjata dan menjalankan rencana perdamaian Gaza dapat terwujud dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Namun, dia menekankan keberhasilan proses ini memerlukan kerja sama dari kedua belah pihak.
"Kita bisa memandang kemajuan … dalam waktu singkat 30 hari, mudah-mudahan dalam mulai mengeluarkan sebagian senjata," kata Kushner kepada Fox News saat berada di Tel Aviv, usai menggelar pertemuan selama nyaris empat jam dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Selain pelucutan senjata, Kushner menyebut penutupan terowongan di Gaza, nan dibangun Hamas untuk operasi militer dan penyelundupan, diharapkan dapat dilakukan dalam 60 hingga 90 hari ke depan. Kushner menilai langkah ini bakal menjadi pencapaian besar bagi stabilitas kawasan.
"Jika Hamas betul-betul menyerahkan senjata di dalam terowongan secara sukarela dalam 60 hingga 90 hari ke depan, itu jelas bakal menghapuskan ancaman keamanan nan sangat besar bagi Israel, sebuah pencapaian nan nyaris tak terbayangkan," ujar Kushner.
Kushner menjelaskan pemicu kekhawatiran utama pihak Israel mengenai rencana rekonstruksi Gaza dan kewenangan bela diri telah diluruskan dalam pertemuannya dengan Netanyahu. Pemerintah AS berkomitmen membantu pembangunan kembali Gaza nan hancur akibat serangan jawaban Israel pascaserangan militan Palestina pada 7 Oktober 2023, namun syarat ketat tetap diberlakukan.
"Namun kami tidak bakal membiarkan Gaza dibangun kembali sampai demiliterisasi terjadi. Tidak ada nan mau menempatkan lebih banyak duit ke suatu tempat... jika tempat itu hanya bakal diambil alih oleh teroris," tegas Kushner. Ia juga menambahkan, "Kami juga tidak bakal membatasi kewenangan Israel untuk memihak dirinya sendiri jika ada ancaman nan mencolok, jadi kami kudu memperjelas apa artinya itu."
Bagi Israel, situasi ini dinilai Kushner sebagai posisi nan menguntungkan. Jika Hamas menolak berpartisipasi, support internasional untuk langkah militer Israel justru bakal menguat.
"Jika mereka tidak menindaklanjuti komitmen mereka sekarang, semua orang bakal memandang bahwa mereka tidak tulus tentang perdamaian, dan Israel bakal mendapat jauh lebih banyak support dari AS dan pihak lainnya untuk pergi dan menyelesaikan tugas ini dengan langkah nan tepat," tambah Kushner.
Terkait hubungan langsung, Kushner mengonfirmasi telah menggelar pertemuan nan melangkah hangat dengan para pejabat Hamas pada hari Minggu. Meski demikian, sikap waspada tetap menjadi prioritas utama AS.
"Kami melakukan pertemuan nan sangat ramah," katanya. "Jadi kami bakal memberi mereka kesempatan untuk membuktikannya, tetapi itu kudu didasarkan pada tindakan dan langkah-langkah nyata."
Kushner menambahkan bahwa pejabat Hamas "mengatakan semua perihal nan benar" dalam pertemuan tersebut, namun dia menegaskan, "sangat, sangat susah untuk memercayai, Anda tahu, organisasi teroris nan melakukan kekejaman mengerikan ini." (AFP/CNN/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·