Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah hibernasi tujuh tahun, kejuaraan sepak bola putri Indonesia akhirnya reinkarnasi dengan nama Indonesia Women's League (IWL).
Kompetisi nan diproyeksi sebagai pilot project ini bakal bergulir pada 17 Oktober. Enam klub dipastikan ambil bagian, ialah Persija, Persita, Dewa United, Garudayaksa, Persikad, dan Bekasi FC.
"Hari ini secara resmi Liga Putri Indonesia bakal diselenggarakan lagi di tahun ini," kata Komisaris IWL Vivin Cahyani Sungkono dalam konvensi pers di Jakarta, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat itu terasa berat. Terakhir kali liga putri digelar adalah pada 2019. Musim selanjutnya, seiring pandemi Covid-19, kejuaraan meninggal suri sementara di negara tetangga terus berlari.
Liga 1 Putri jenis 2019 diikuti 10 klub. Dibagi dua grup dengan format home tournament bekerlapan sebelum masuk babak semifinal dan final dua leg. Persib Putri jadi juara pada jenis pemungkas itu.
Meski seperti menggelar dengan ala kadarnya, menghidupkan kembali kejuaraan nan sempat mangkrak bukan perkara mudah. Apalagi di tengah minimnya pedoman komersial industri.
Dari sisi format, dipilih skema triple round-robin: setiap klub berjumpa tiga kali alias 15 laga musim. Empat tim teratas kemudian melaju ke semifinal sebelum berjumpa di partai puncak.
Soal izin pemain, IWL menetapkan kuota maksimal empat pemain asing, termasuk slot pemain naturalisasi. Ini disiapkan untuk mendongkrak kualitas sekaligus daya tarik.
Sejauh ini Isabelle Nottet dan Estella Loupatty dipastikan ambil bagian dengan status marquee players. Kedua pemain diharapkan memantik kualitas dan talenta pemain lokal.
Nantinya, dari 250 pemain, bakal dibagi ke dalam kategori Grade A dan Grade B. Tiap-tiap kontestan nantinya bakal mendapat pemain-pemain nan sudah dikelompokkan tersebut.
Setiap klub peserta juga diwajibkan menyertakan minimal satu pemain Timnas Putri Indonesia dalam skuadnya. Kehadiran pemain ini diharapkan menjadi katalisator.

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·