Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut organisasi nan dipimpinnya meraup biaya hingga Rp722 miliar pada periode 2025-2026.
"Kami di PSSI senang, pendapatan kami kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini Rp722 miliar," kata Erick dalam bertemu pers setelah kongres tahunan PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8).
Namun Erick tidak mau perihal ini disalahartikan bahwa PSSI tidak butuh biaya support dari pemerintah. Dalam pandangan Erick, PSSI sangat butuh support materi dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar dari APBN. Sisanya betul-betul kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu," ucap laki-laki nan juga menjabat sebagai Menpora ini.
Erick menjelaskan, biaya sebesar Rp722 miliar nan didapat tersebut diperoleh dari beragam cara, seperti sponsor, tiket pertandingan tim nasional, penjualan siaran televisi, dan juga merchandise.
Dibanding tahun sebelumnya, saat kongres tahunan pada Juni 2025, pendapatan PSSI meningkat. Saat itu PSSI menyebut pendapatannya mencapai Rp469 miliar dan Rp120 miliar dari APBN.
Tahun sebelumnya, dalam kongres tahunan 2024, Erick menyebut pendapatan PSSI mencapai Rp700 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp300 miliar dari APBN, termasuk untuk Piala Dunia U-17 2023.
Dalam kesempatan tersebut Erick juga menyebut pendapatan operator kompetisi, I.League mengalami peningkatan cukup signifikan. Tidak hanya dari Super League, tetapi juga Championship.
"Liga [I.League] itu sekarang pendapatannya per musim sudah Rp705 miliar. Ini perihal nan bagus. Makanya klub-klub sekarang, Liga 1, Liga 2, mendapatkan pemasukan nan lebih tinggi," ujarnya.
(abs/ikw/jun)

48 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·