ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Inggris sukses melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan RD Kongo lewat kemenangan 2-1 pada Kamis (2/7) awal hari WIB.
Inggris sempat tertinggal lebih dulu, sebelum membalikkan kedudukan lewat dua gol Harry Kane di 15 menit akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan.
Ini menjadi momen pertama kalinya bagi Inggris sukses membalikkan kedudukan dari posisi tertinggal untuk memenangkan laga fase gugur Piala Dunia sejak laga final legendaris tahun 1966 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euforia lolosnya Inggris tidak bisa memperkuat lama. Sesuai skema turnamen, Harry Kane dan kolega kudu terbang ke Mexico City untuk menantang salah satu tim tuan rumah, Meksiko, di Stadion Azteca pada Senin (6/7) pagi WIB.
Melansir Lad Bibble, Faktor geografis bakal menjadi musuh terbesar The Three Lions di laga nanti. Stadion Azteca berdiri kokoh di ketinggian 7.400 kaki (sekitar 2.240 meter) di atas permukaan laut.
Anak-anak didikan Thomas Tuchel juga hanya punya waktu empat hari untuk bisa beradaptasi dengan tipisnya kadar oksigen di dataran tinggi tersebut. Keuntungan tentu berada di pihak Meksiko nan sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 ini sudah terbiasa bermain di Stadion Azteca.
Banner Gempita Bola 2026 Foto: CNNIndonesia/Alya Hendrahmi
Selain aspek alam, Inggris juga kudu siap mental menghadapi atmosfer neraka nan bakal diciptakan oleh suporter tuan rumah di Mexico City.
Pada babak 32 besar lalu, suporter El Tri terbukti sukses meneror skuad Ekuador dengan menyalakan kembang api di luar hotel tim sepanjang malam demi merusak jam tidur pemain lawan. Ekuador sampai kudu menyampaikan keluhan ini kepada FIFA.
Performa di atas lapangan pun berpihak pada sang tuan rumah. Hingga saat ini, Meksiko memegang rekor sempurna di Piala Dunia 2026 dengan menyapu bersih empat kemenangan tanpa sekalipun kebobolan gol.
Catatan impresif ini jelas menjadi sirine ancaman bagi lini serang Inggris nan penampilannya dinilai tetap belum konsisten dalam tiga laga terakhir.
Laga musuh Meksiko kelak juga bakal memutar kembali memori kelam sepak bola Inggris. Pasalnya, momen terakhir kali Inggris menginjakkan kaki di Stadion Azteca terjadi 40 tahun lalu, tepatnya pada perempat final Piala Dunia 1986.
Kala itu, Inggris kudu tersingkir secara menyakitkan akibat ulah maestro Argentina, Diego Maradona, nan mencetak gol kontroversial menggunakan tangan nan kemudian melegenda dengan julukan gol "Hand of God" (Tangan Tuhan), sebelum beberapa menit kemudian Maradona mencetak gol solo magis nan dinobatkan sebagai gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kini, di stadion berhistoris nan sama, Harry Kane dan Kolega ditantang tampil maksimal demi meruntuhkan keangkeran Azteca, mengatasi tipisnya oksigen, dan meredam magis sang tuan rumah Meksiko.
(wiw/nva)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·