Lebih dari Tempat Bermain

2 jam yang lalu 5
Lebih dari Tempat Bermain Puluhan anak mengikuti aktivitas belajar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Kelurahan Angke, Jakarta Barat(MI/Agung Wibowo)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat peran Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) agar memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat. Keberadaannya sekarang tidak sekadar menjadi sarana bermain dan berinteraksi bagi anak-anak, tetapi juga didorong menjadi pusat pemberdayaan warga.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa penyediaan akomodasi bermain anak merupakan wadah hubungan sosial untuk menikmati ruang terbuka hijau (RTH). Oleh lantaran itu, kualitas serta kenyamanan akomodasi taman kudu terus diperhatikan.

Sejauh ini, RPTRA dinilai sukses menjadi ruang nan kondusif dan nyaman bagi anak-anak untuk bermain, belajar, serta bersosialisasi. "Adanya RPTRA, kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak, dapat meningkat melalui aktivitas nan positif dan bermanfaat," ujar Pramono.

Saat ini, Jakarta telah mempunyai 324 RPTRA nan tersebar di 44 kecamatan dan 173 kelurahan. Capaian nomor tersebut telah melampaui sasaran awal nan ditetapkan sebanyak 267 RPTRA.

Jadi Tempat Literasi

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani menyatakan, RPTRA mempunyai potensi besar dalam mendukung beragam program pembangunan masyarakat. Potensi tersebut mencakup perlindungan anak, pemberdayaan keluarga, peningkatan derajat kesehatan, hingga penguatan ekonomi warga.

"Berbagai aktivitas di RPTRA dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan masyarakat melalui kerjasama beragam program,” kata Dwi.

Salah satu corak penguatan tersebut terlihat di RPTRA Tunas Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di letak ini, Pemprov DKI Jakarta bekerja-sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta pihak swasta untuk menghadirkan ruang publik nan mendukung tumbuh kembang anak di era digital.

RPTRA tersebut dilengkapi dengan akomodasi kitab bacaan, permainan edukatif, serta sarana literasi digital. Inisiatif ini dirancang untuk membimbing anak-anak agar membangun kebiasaan mengoperasikan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Dwi menilai, ruang bermain mempunyai makna nan jauh lebih luas dari sekadar sarana rekreasi. Area tersebut menjadi tempat anak belajar, mengasah kreativitas, membentuk karakter, serta memperkuat keahlian bersosialisasi.

Perluas Kawasan Hijau

Penguatan peran RPTRA juga melangkah seiring dengan ekspansi area hijau kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, luas RTH di ibu kota saat ini telah mencapai 3.703,56 hektare alias 5,59 persen dari total wilayah. Angka ini meningkat dibanding capaian 2024 nan tercatat sebesar 3.446 hektare (5,3 persen).

"Peningkatan persentase ruang terbuka hijau melalui pembangunan 15 letak RTH taman, satu letak RTH jalur hijau, tiga letak RTH hutan, dan satu letak RTH makam dengan 7.627 potensi petak makam baru," ujar Rano.

Lebih lanjut, Rano menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta turut memperkuat kegunaan ekologis taman melalui penambahan area resapan air. Pembangunan penampung air seperti Embung Lapangan Merah di Jakarta Selatan dan Waduk Giri Kencana di Jakarta Timur dihadirkan untuk mengendalikan limpasan air hujan sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

Oase Murah Meriah Warga

Manfaat nyata dari penataan taman kota dirasakan langsung oleh masyarakat. Di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, RTH tidak lagi dipandang sebagai sekadar pelengkap estetika tata kota, melainkan telah beralih bentuk menjadi ruang bernapas sekaligus lokasi wisata pengganti nan ramah kantong.

Agung Rahmatsyah, penduduk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku rutin menghabiskan waktu akhir pekan berbareng istri dan anak balitanya di taman tersebut. Menurut Agung, wajah baru taman nan telah terintegrasi menjadi pilihan utama untuk berekreasi tanpa kudu menghadapi kemacetan menuju luar kota alias berjejal di pusat perbelanjaan.

"Taman nan saat ini sudah direvitalisasi jadi lebih bagus dan nyaman untuk menghabiskan waktu di akhir pekan," ujarnya.

Bagi family muda seperti Agung, ruang terbuka publik nan nyaman dan terjangkau menjadi kebutuhan nan kian mendesak. Cukup dengan bayar tarif parkir kendaraan dan membawa bekal dari rumah, penduduk sudah dapat menikmati suasana senja nan asri di jantung kota. (Ant/P-4)
 

Selengkapnya