Lebih-Lebih Dari Kritis! Volkswagen Terancam Tutup Pabrik

56 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Volkswagen (VW) Oliver Blume mengungkap kondisi perusahaan saat ini "lebih dari kritis", di tengah tekanan industri otomotif global, persaingan dari produsen asal China, hingga ancaman penutupan sejumlah pabrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Blume menjelang pertemuan dengan para pekerja Volkswagen di sejumlah akomodasi perusahaan di Jerman. Dalam pertemuan itu, dia bakal menjelaskan rencana penghematan dan restrukturisasi perusahaan.

Blume mengatakan Volkswagen dan industri otomotif Jerman sedang menghadapi perubahan terbesar dalam sejarah akibat beragam tekanan dunia dan persaingan dari produsen Tiongkok.

"Situasi nan kami hadapi saat ini lebih dari kritis," ujar Blume dalam wawancara nan dipublikasikan di jaringan internal perusahaan, mengutip CNN, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, tingkat untung Volkswagen saat ini belum cukup untuk memastikan perusahaan mempunyai sumber daya dalam jangka panjang guna mengembangkan teknologi, produk baru, maupun mempertahankan letak produksinya.

Volkswagen tengah mempertimbangkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, Blume menegaskan belum ada keputusan final mengenai penutupan pabrik.

Meski demikian, dia menyebut perusahaan belum memandang jalan agar sejumlah pabrik dapat tetap mencetak untung pada dasawarsa 2030-an. Pabrik nan dimaksud berada di Emden, Hannover, Zwickau, dan Neckarsulm.

"Kami saat ini tidak dapat memandang langkah agar pabrik di Emden, Hannover, Zwickau dan Neckarsulm tetap menguntungkan pada 2030-an," jelasnya.

Blume mengatakan penutupan pabrik bakal menjadi solusi terakhir. Oleh lantaran itu, Volkswagen tetap mencari pengganti penggunaan akomodasi nan produksinya kemungkinan dihentikan. Salah satunya adalah pabrik di Osnabrueck - perusahaan dikatakan sedang melakukan pembicaraan lanjutan dengan sejumlah perusahaan dari industri pertahanan untuk mencari kegunaan pengganti bagi akomodasi tersebut.

Selain potensi penutupan pabrik, Volkswagen juga menghadapi persoalan kelebihan kapabilitas produksi di Eropa. Blume memperkirakan terdapat kapabilitas produksi berlebih hingga sekitar 500.000 kendaraan per tahun.

Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari persaingan dengan produsen Tiongkok. Blume juga menyoroti tarif Amerika Serikat, perang di Timur Tengah, serta beban izin sebagai tantangan nan semakin memperberat kondisi perusahaan.

Ketika ditanya apakah situasi industri otomotif bakal membaik, Blume justru memperingatkan bahwa akibat dunia berpotensi semakin memburuk. "Sebaliknya, kita kudu berasumsi bahwa akibat bakal semakin memburuk di seluruh dunia," pungkasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya