Literasi dan Inklusi Keuangan DIY 2026 Lampaui Target RPJMN 2029

1 jam yang lalu 2
Literasi dan Inklusi Keuangan DIY 2026 Lampaui Target RPJMN 2029 Ilustrasi--Wisatawan mengunjungi letak wisata Malioboro, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/6/2024)(MI/RAMDANI)

DAERAH Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor jasa finansial nasional. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, DIY sukses menempatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan capaian literasi dan inklusi finansial tertinggi di Indonesia.

Data tersebut dirilis secara resmi oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8). Hasil survei menunjukkan bahwa DIY tidak hanya berada di atas rata-rata nasional, tetapi juga telah melampaui sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 nan ditetapkan untuk tahun 2029.

Capaian Indeks DIY vs Nasional

Indeks inklusi finansial DIY mencapai 98,74 persen, nan menempatkan provinsi ini di ranking kedua secara nasional. Sementara itu, indeks literasi keuangan berada di nomor 76,44 persen, menduduki ranking ketujuh nasional.

Indikator Capaian DIY 2026 Rata-Rata Nasional Target RPJMN 2029
Inklusi Keuangan 98,74% 93,61% 93,00%
Literasi Keuangan 76,44% 69,57% 69,35%

Tantangan Kesenjangan Literasi dan Inklusi

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah sinergi beragam pemangku kepentingan dalam memperluas akses jasa finansial formal. Namun, dia menekankan adanya selisih (gap) sebesar 22,30 poin persentase antara inklusi dan literasi nan perlu mendapat perhatian.

“Tantangannya adalah memastikan masyarakat tidak hanya dapat mengakses produk jasa keuangan, tetapi juga bisa memilih dan memanfaatkannya secara tepat, bijak, dan sesuai kebutuhan,” ujar Eko.

Menurutnya, tingginya inklusi menunjukkan masyarakat DIY sudah terhubung dengan perbankan, pasar modal, hingga industri finansial non-bank. Namun, penguatan literasi menjadi krusial, terutama untuk memitigasi akibat kejahatan digital seperti penipuan daring, phishing, dan investasi terlarangan nan marak seiring pesatnya digitalisasi.

Langkah Strategis ke Depan

OJK DIY berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri jasa keuangan. Fokus utama ke depan adalah:

  • Meningkatkan kualitas literasi finansial agar masyarakat lebih pandai mengelola aset.
  • Memperluas akses finansial nan berbobot dan merata.
  • Memperkuat perlindungan konsumen guna menjamin keamanan transaksi masyarakat.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat DIY tidak hanya inklusif secara angka, tetapi juga mempunyai ketahanan finansial nan kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah secara berkelanjutan. (RO/Z-1)

Selengkapnya