ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan pemerintah belum secara resmi menetapkan area nan kelak bakal menjadi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Hal ini ditegaskannya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (3/8/2026). Sebelumnya, pemerintah mengadang-gadang bakal meletakkan PFII di Bali, tepatnya di salah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Peninjauan letak ini telah dilakukan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.
"Belum, belum tahu juga. Ya jika meninjau ke Bali kan sudah pernah Pak Menko juga ini. Kan jika KEK di Bali kan ya memang hanya dua itu kan," kata Susiwijono.
"Tapi belum diputuskan juga (lokasi PFII nan dipilih)," tegas Susiwijono.
Kendati belum diputuskan, Susiwijono memastikan bahwa PFII ini bakal menjadi proyek strategis nasional lantaran lokasinya nan khusus, jika kelak berada di KEK.
"KEK itu sudah otomatis PSN secara aturan, secara regulasinya. KEK itu sekaligus statusnya selaku PSN, sebagai PSN," paparnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan area untuk PFII tidak hanya dirancang berada di satu lokasi. Menurutnya, PFII berpotensi dibangun di dua alias tiga titik berbeda nan kemungkinan besar di Bali.
ketika ditanya mengenai PFII bakal dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), Purbaya mengaku belum bisa memastikan. Namun, dia menilai IKN tetap terlalu sunyi sehingga Purbaya memperkirakan IKN tidak bakal menjadi letak PFII.
"Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sunyi di IKN," jawab Purbaya.
(haa/haa)
Addsource on Google

8 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·